Tergerak Melihat Derita Ibu Meti, Anggota DPRD Kota Sukabumi Agus Samsul Turun Langsung ke Lokasi: “Tidak Boleh Ada Warga Tinggal di MCK”

LINGKARPENA.ID | Kisah pilu yang dialami Ibu Meti, seorang warga yang selama bertahun-tahun terpaksa menjadikan bangunan MCK umum sebagai tempat berteduh dan beristirahat, akhirnya mengetuk hati banyak pihak. Setelah ramai menjadi perhatian publik, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Agus Samsul, turun langsung mengunjungi lokasi untuk melihat kondisi yang sesungguhnya. Jum’at (17/07/2026)

 

Kedatangan Agus Samsul bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia berdialog dengan warga, Ketua RT, tokoh masyarakat, serta pengurus yayasan yang selama ini menjadi salah satu pihak yang rutin membantu kebutuhan Ibu Meti. Di hadapan mereka, Agus menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

 

Menurut Agus, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia segera berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

 

“Barusan saya bersilaturahmi dengan Pak Ustaz yang memiliki yayasan dan selama ini sering membantu Ibu Meti. Alhamdulillah, saya mencoba memberikan solusi dengan mendorong pengajuan kepada instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum,” ujar Agus Samsul saat ditemui di lokasi.

Baca juga:  Banggar DPRD Rampungkan KUA-PPAS 2026, Agus Samsul Dorong 4 Program Prioritas

 

Ia mengungkapkan, komunikasi awal dengan Pemerintah Kota Sukabumi telah menunjukkan respons positif. Bahkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum telah memberikan tanggapan terhadap persoalan tersebut.

 

“Alhamdulillah, tadi dari PU sudah memberikan respons. Tinggal nanti pengajuan administrasinya dilengkapi oleh Ketua RT, Ketua RW, pihak kelurahan, serta tokoh agama agar proses penempatan Ibu Meti ke rumah yang layak bisa segera dilakukan. Harapan kami, beliau tidak lagi tinggal di bangunan MCK,” katanya.

 

Agus menilai, persoalan yang dialami Ibu Meti menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan dan membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Karena itu, ia berharap seluruh unsur pemerintah memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi sehingga kasus serupa tidak terus terjadi.

Baca juga:  JPU Kejari Kota Sukabumi Bakal Tempuh Upaya Hukum ke MA Atas Vonis Bebas Anggota DPRD

 

“Ke depan kita semua harus lebih responsif terhadap persoalan-persoalan sosial seperti ini. Pemerintah harus lebih cepat hadir ketika ada masyarakat yang mengalami kondisi memprihatinkan. Jangan sampai warga harus bertahun-tahun hidup di tempat yang tidak layak sebelum akhirnya mendapat perhatian,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Menurutnya, penyelesaian persoalan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat, lembaga sosial, dan warga.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah ke depan semakin responsif dan benar-benar memperhatikan masyarakat yang berada di lapisan paling bawah. Mereka harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan sosial,” tambahnya.

Baca juga:  Heri Gunawan Gelar Safari Berbagi Akhir Tahun, Salurkan Ratusan Paket Sembako di Ciracap

 

Sementara itu, warga yang hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan harapan besar agar langkah yang telah dimulai tidak berhenti sebatas kunjungan. Mereka berharap proses administrasi yang sedang dipersiapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga Ibu Meti memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi.

 

Kasus Ibu Meti menjadi potret nyata bahwa masih terdapat persoalan kemiskinan ekstrem di tengah Kota Sukabumi. Di balik hiruk-pikuk pembangunan, masih ada warga yang harus menjalani hari-harinya di bangunan MCK umum karena tidak memiliki rumah yang layak.

 

Kunjungan Agus Samsul dinilai menjadi langkah awal yang memberikan harapan baru. Masyarakat kini menantikan realisasi nyata dari koordinasi antara DPRD, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah kelurahan, serta seluruh pihak terkait agar Ibu Meti segera memiliki tempat tinggal yang layak dan dapat menjalani hidup dengan lebih bermartabat.

Pos terkait