Uki, Bocah 9 Tahun Penabuh Gendang Andalan di Pajampangan

LINGKARPENA.ID | Bagi masyarakat Pajampangan dan sekitarnya, nama Uki mungkin sudah tak asing lagi. Bocah kecil berusia sembilan tahun ini dikenal piawai menabuh gendang dan kerap tampil di berbagai pementasan seni, khususnya dalam pertunjukan Pencak Silat bersama Padepokan Kidang Pananjung pimpinan Bah Yoyo Cahyono.

 

Memiliki nama lengkap Suyuki, putra bungsu dari pasangan H. Henhen dan Hj. Nurhayati ini berasal dari Kampung Cidadap, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Sejak usia empat tahun, Uki sudah mulai belajar memainkan gendang, dan kini kemampuan tangannya dalam memukul ritme begitu lincah serta selaras dengan alat musik lainnya.

Baca juga:  Bocah 9 Tahun Diperkosa Pria Pengangguran di Lengkong Sukabumi

 

Meski masih duduk di bangku kelas 3 MIN Tegalkepuh Surade, kepiawaian Uki dalam memainkan gendang mampu memukau banyak penonton. Jemarinya yang kecil seolah menari di atas permukaan gendang, menghasilkan irama yang dinamis dan menyatu dengan alunan musik tradisional.

 

Bakat alami Uki makin terasah berkat bimbingan pelatihnya, Dera, yang sejak awal melihat potensi luar biasa dari sang murid. Hasilnya, bocah kelahiran 20 Desember 2013 itu kini dikenal luas sebagai penabuh gendang cilik berbakat di wilayah Pajampangan.

Baca juga:  Anggota Satpol PP Surade, Solih Sunarya, Ceritakan Perjalanan 13 Tahun Hingga Resmi Dilantik Menjadi PPPK

 

Kekaguman terhadap kemampuan Uki juga datang dari berbagai tokoh seni tradisional. Salah satunya Bah Ajo, pimpinan Paguron Taliwangsa, yang mengaku terkesima saat pertama kali menyaksikan Uki tampil.

 

“Bakatnya luar biasa. Awalnya saya tidak percaya kalau anak sekecil itu bisa menabuh gendang sebaik itu. Tabuhannya variatif dan enak didengar, seolah lahir dari jiwa seni yang matang,” ujar Bah Ajo penuh pujian.

Baca juga:  Muhammad Akhsan, Anak yang Diduga Stunting dan Pengidap Paru Meninggal Dunia di RSUD Palabuhanratu

 

Dengan keahliannya yang terus berkembang, Uki menjadi salah satu bukti bahwa kesenian tradisional Sunda tetap hidup dan berkembang melalui generasi muda. Di usia belia, ia telah menjadi inspirasi bagi banyak anak di daerahnya untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Pos terkait