LINGKARPENA.ID | Belakangan ini, warganet di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, kembali dibuat gerah oleh unggahan seorang pengguna Facebook bernama Rom Meo. Dalam postingannya, akun tersebut—yang menggunakan foto profil seorang remaja—menuliskan kalimat bernada hinaan dan dianggap menyinggung masyarakat Pajampangan.
Dalam unggahan itu, Rom Meo menulis:
“Da Jampang mah tarolol jelemana. Kana kriminal wae beukina. Geus telah teluh santet paribasa perdukunan, laaaaah tai ucing tuti alias tukang tipu komplotan.”
Sontak, pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari netizen Pajampangan. Beragam komentar bernada kecewa, marah, hingga menuntut pertanggungjawaban pun bermunculan.
Seorang pengguna Facebook, Dika Nazutions, menulis bahwa kasus seperti ini sering berakhir hanya dengan klarifikasi dan permintaan maaf tanpa ada tindak lanjut.
Sementara itu, Abdul Hamid ikut menanggapi dengan nada kesal, meminta agar orang yang menghina daerah Jampang tidak hanya diberi teguran biasa.
Komentar lain datang dari Bhonekthea Saputra yang menantang pemilik akun tersebut untuk bertemu langsung.
Kasus ini menambah panjang daftar unggahan bernada provokatif yang menyinggung masyarakat Pajampangan. Sebelumnya, warganet juga dibuat geram oleh seorang bernama Bobby Irawan. Dalam sebuah video yang sempat viral di TikTok, Bobby menyebut kawasan wisata Ujunggenteng sebagai daerah yang “leuweung” dan “jauh kamamana,” sehingga dianggap merendahkan wilayah tersebut.
Meskipun Bobby kemudian mengunggah video klarifikasi hingga akhirnya situasi mereda, kemunculan unggahan Rom Meo kembali memantik emosi publik.
Hingga berita ini diturunkan, warganet Pajampangan masih menunggu klarifikasi dari pihak pemilik akun Rom Meo, sementara percakapan terkait unggahan tersebut terus ramai di berbagai platform media sosial.






