PD Muhammadiyah Buka Sosialisasi Program Kerja Majelis dan Lembaga Aisyiyah Kota Sukabumi

Dr. Yana Fajar FY Basori mewakili PD Muhammadiyah Kota Sukabumi saat membuka sosilaisasi dan rapat kerja Aisyiyah Kota Sukabumi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi menggelar sosialisasi program kerja majelis dan lembaga periode 2022-2027. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Aisyiyah Cipoho, Jalan Palabuhan II No. 185 RT 01/04  Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Sabtu (9/9/2023).

Sosialisasi program kerja majelis dan lembaga sekaligus silaturahmi tersebut dibuka langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi melalui Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Sukabumi Dr. Yana Fajar FY Basori M.Si.

Baca juga:  Yayasan Lentera Qolbu Amanah Santuni 1.000 Yatim di Sukabumi

Sosilaisasi dan rapat kerja Aisyiyah turut dihadiri langsung oleh Pimpinan Aisyiyah Kota Sukabumi Dr. Amalia Nur Milla, serta sejumlah pengurus Aisyiyah Kota Sukabumi.

Para pengurus Aisyyah Kota Sukabumi | ist

Dalam sambutannya Dr. Yana Fajar mengatakan, Aisyiyah terus melakukan kegiatan positif dalam membangun mentalitas bangsa melalui bidang-bidang kegiatan yang mengedukasi masyarakat khususnya di Kota Sukabumi.

“Seharusnya acara ini PDM yang melaksanakan. Perencanaan kita setelah Musda itu PDM yang melakukan singkronisasi gerakan, itu yang paling fase,” ucap Yana Fajar dalam sambutannya.

Baca juga:  Sipropam: Anggota Polres Diperiksa Kesiapan Administrasi Kepemilikan Senpi

Menurutnya singkronisasi yang pertama adalah bagaimana mendorong pihak keluarga Suami/Istri untuk mendiringan Ranting atau Cabang Aisyiyah dan Muhamadiyah, misalnya.

Kedua ingin meastikan bahwa tantangan Muhamadiyah kedepan semakin berat soal menguatnya yang disebit oleh Muhammadiyah itu “rezimintasi faham keagamaan”. Lebih jelasnya adalah pemaksaan sebuah faham agama untuk ditafsirkan tunggal.

“Kalu orang mempraktikan keluar dari tafsir itu dinganggapnya sesat. Contohnya misalkan Muhammadiyah menetapkan Lebaran berbeda dengan Pemerintah. Nah itu, kita harus ada upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat luas bahwa apa yang kita putuskan sebuah ijrat, jangan meanggap sesat. Nah saya kira ini menurut saya yang tidak baik,”

Baca juga:  Terduga Pelaku Pelecehan Nabi Muhammad di Kota Sukabumi Diamankan Polisi

Maka dari itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi mengajak untuk memberikan pencerahan soal pemahaman-pemahaman tersebut melalui satuan-satuan organiasasi yang paling dekat dengan masyarakat.

Pos terkait