LINGKARPENA.ID | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi menggelar Dialog Kerukunan sekaligus Rapat Kerja FKUB periode 2025–2030 dalam rangka Hari Kerukunan Internasional 2025. Kegiatan berlangsung di Islamic Center Cisaat, Selasa (25/11/25).
Dengan mengusung tema “Memperkuat Komitmen, Merekat Kerukunan dan Harmonisasi Terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah.” Acara dihadiri 40 kelompok dari berbagai organisasi keagamaan.
Bupati Sukabumi Asep Japar, melalui Kepala Kesbangpol Jujun Juaeni, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FKUB dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kabupaten Sukabumi adalah kekuatan yang harus terus dirawat.
“Keragaman suku, agama, ras, dan golongan harus dirawat bersama. Diskusi seperti ini menjadi faktor penting dalam meminimalisir potensi konflik antar-unsur SARA,” ujar Jujun.
Ia menambahkan, Sukabumi adalah daerah aman dan harmonis, tempat setiap warga memiliki hak yang sama untuk hidup dan beragama.
“Meski berbeda, kita harus tetap berdampingan secara rukun dan damai demi Sukabumi yang Mubarokah,” tegasnya.
Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi, M. Royanudin AS, menjelaskan bahwa FKUB terus menjalankan kajian dan pembinaan bagi para tokoh agama untuk mencegah potensi gangguan kerukunan.
FKUB juga akan merumuskan langkah strategis melalui rapat kerja lanjutan pasca-dialog.
“Kehadiran FKUB harus optimal sebagai jembatan antara pemerintah dan umat beragama dalam memelihara suasana rukun, damai, dan aman,” jelasnya.
Dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Kasie Pendidikan Madrasah Maman Hidayat menegaskan bahwa toleransi merupakan harga mati bagi Kemenag.
Program moderasi beragama terus digencarkan, mulai dari edukasi anak usia dini hingga pembekalan pasangan pra-nikah.
“Kami berkomitmen agar tidak ada ruang bagi konflik antar suku, agama, ras, dan golongan,” ungkapnya.
Kemenag juga terus mendorong penguatan kerjasama dengan FKUB, termasuk penyediaan gedung FKUB sebagai ruang bersama umat beragama di Kabupaten Sukabumi.
“Setiap kegiatan FKUB selalu kami dukung, terutama yang berkaitan dengan moderasi beragama,” tambah Maman.






