LINGKARPENA.ID | Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh integritas, transparansi, serta tanggung jawab seluruh penyelenggara negara.
Dalam semangat tersebut, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan komitmen kuat untuk terus mendukung gerakan antikorupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan dipercaya masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa lembaga legislatif memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan dan pengawasan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan kepentingan publik. Menurutnya, pencegahan dan pemberantasan korupsi harus menjadi agenda bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Budi Azhar mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bergerak bersama dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Ia menekankan bahwa pemerintahan yang bersih hanya dapat terwujud apabila nilai-nilai antikorupsi dijadikan budaya dalam setiap aspek pelayanan dan pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Budi Azhar menyampaikan bahwa semangat antikorupsi tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial semata, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kinerja sehari-hari aparatur pemerintah serta wakil rakyat.
“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita optimistis mampu membangun Kabupaten Sukabumi yang amanah, berintegritas, dan berkeadilan. Antikorupsi adalah fondasi utama bagi terwujudnya pemerintahan yang melayani dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.






