Pemuda Pancasila Ciracap Galang Donasi Bantu Pemulangan Jasad Buruh Migran Asal Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Melalui aksi sosial kemanusiaan, PAC Pemuda Pancasila Ciracap menggelar penggalangan dana untuk membantu pemulangan jasad almarhum Deni Sugiarto (36), buruh migran asal Kampung Cidangdeur, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, yang hingga kini masih tertahan di Kamboja akibat keterbatasan biaya.

 

Aksi penggalangan dana tersebut mulai dilakukan sejak Kamis (18/12/2025) sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap keluarga almarhum yang tengah menghadapi kesulitan.

 

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ciracap, Mamun Muhamad Nawawi, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial organisasi terhadap warga yang tertimpa musibah.

 

“Intinya kami mengajak masyarakat Ciracap untuk bersama-sama bergotong royong membantu keluarga almarhum Deni Sugiarto, warga Desa Purwasedar yang meninggal dunia di Kamboja,” ujar Mamun, yang akrab disapa Awing.

Baca juga:  LSM Dampal Jurig Gaet SPI dan FKKT Bersama Staf Kepresidenan Tanam Ribuan Pohon di Kaki Gunung Gede Pangrango Sukabumi

 

Ia menjelaskan, biaya awal pemulangan jenazah dari Kamboja ke Indonesia mencapai sekitar Rp120 juta. Namun, berkat upaya dan kepedulian seorang warga Ciracap bernama Yuda, yang aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia, biaya tersebut berhasil ditekan hingga menjadi Rp40 juta.

 

“Alhamdulillah ada orang baik, warga Ciracap juga, Bung Yuda, yang membantu mengurus proses komunikasi dengan berbagai pihak. Berkat upaya tersebut, biaya yang semula Rp120 juta bisa ditekan menjadi Rp40 juta,” jelas Awing.

 

Untuk menutupi kekurangan dana tersebut, PAC Pemuda Pancasila Ciracap bersama jajaran pengurus menginisiasi kegiatan open donasi dengan harapan mengetuk kepedulian para dermawan.

Baca juga:  H. Asep Japar Silaturahmi ke Pondok Pesantren Yatim Piatu At-Thayyibah

 

“Kami membuka donasi untuk menutupi kekurangan biaya pemulangan ini. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang tergerak membantu,” pungkasnya.

 

Diketahui, almarhum Deni Sugiarto meninggal dunia akibat sakit pada 17 Juli 2025. Kabar duka tersebut baru diterima keluarga pada 25 Juli 2025 dari petugas yang berada di Kamboja. Sejak saat itu, keluarga meminta agar proses pemulangan jenazah ditunda sambil berupaya mengumpulkan dana.

 

Kakak almarhum, Ria, mengungkapkan bahwa pihak otoritas di Kamboja hanya memberikan dua pilihan kepada keluarga, yakni jenazah dimakamkan di Kamboja atau dipulangkan ke Indonesia dengan seluruh biaya ditanggung keluarga.

 

“Kami hanya diberi dua pilihan. Karena status kerja adik saya sebagai buruh migran, biaya pemulangan sangat tinggi dan tidak ditanggung pemerintah setempat,” ujarnya.

Baca juga:  Pemdes Gunung Bentang Eksekusi Rumah Warga Tangkil, Ini Alasannya!

 

Pihak pengelola pemulasaraan jenazah di Kamboja memberikan batas waktu hingga 19 Desember 2025. Jika hingga tenggat waktu tersebut biaya belum terpenuhi, keluarga khawatir akan adanya keputusan sepihak terkait pemakaman jenazah di luar negeri.

 

Kasus ini menambah daftar warga Sukabumi yang diduga menjadi korban penipuan kerja atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Keluarga berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan solusi kemanusiaan.

 

“Kami hanya ingin jenazah adik kami bisa dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” tutup Ria penuh harap.

Pos terkait