LINGKARPENA.ID | Pagi itu, halaman Kantor Pos Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tampak lebih ramai dari biasanya. Warga dari berbagai desa datang silih berganti, membawa harapan yang sama—mendapatkan bantuan sosial yang diharapkan bisa meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Di bawah pengawasan petugas dan unsur Forkopimcam, proses penyaluran bansos berlangsung tertib. Satu per satu warga dipanggil, mencocokkan data, lalu menerima bantuan yang nilainya bervariasi.
Kasi Trantib Kecamatan Cikembar, Andi Herdiyani, mengatakan kehadiran pihaknya lebih difokuskan pada menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami hanya memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Untuk teknis dan data penerima, itu menjadi kewenangan TKSK,” ujarnya.
Sekitar 103 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari 10 desa tercatat menerima bantuan pada penyaluran kali ini. Nominalnya pun tidak sama, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp2,1 juta, tergantung jenis bantuan dan komponen penerima.
Pendamping TKSK Cikembar, Mochamad Hidayah Nur Falah, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan gabungan dari program sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Untuk sembako, periode Januari sampai Maret totalnya Rp600 ribu. Sedangkan PKH menyesuaikan kategori penerima, bisa Rp200 ribu sampai Rp1 juta,” jelasnya.
Di tengah antrean, tak sedikit warga yang berharap proses berjalan lancar tanpa kendala. Meski demikian, persoalan data kerap menjadi hambatan klasik.
“Biasanya kendala ada di data, seperti NIK atau nama yang tidak sesuai. Itu yang kadang menghambat proses,” kata Falah.
Penyaluran bansos ini ditargetkan rampung dalam tiga hari. Hingga kini, aktivitas di Kantor Pos Cikembar masih terus berlangsung, menghadirkan potret sederhana tentang harapan masyarakat—bahwa bantuan yang diterima hari ini bisa sedikit meringankan beban hidup esok hari.






