Sinergi Camat dan Pengusaha Bangun Rumah Layak Huni Warga Jampangkulon

Aksi nyata Pemerintah Kecamatan Jampangkulon gandeng Pengusaha untuk mewujudkan rumah layak huni warga Jampangkulon.[foto: Jajang S/ist]

LINGKARPENA.ID | Di sebuah sudut Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, harapan itu mulai dibangun dari puing-puing rumah lama. Kamis (14/5/2026) pagi, suara palu dan cangkul bukan sekadar tanda pembongkaran, melainkan awal perubahan hidup bagi Bu Nunung, warga kurang mampu yang selama ini tinggal di rumah tak layak huni.

 

Tak banyak yang tahu, langkah besar ini bermula dari keputusan sederhana namun penuh makna. Camat Jampangkulon, Dading, menarik kembali uang muka (DP) umroh sebesar Rp5 juta yang sebelumnya telah ia setorkan. Bukan karena membatalkan niat ibadah, melainkan untuk “memancing” kebaikan yang lebih luas.

 

Keputusan itu menjadi pemantik. Para pengusaha lokal pun tergerak. Dalam waktu singkat, terkumpul bantuan senilai sekitar Rp70 juta, berupa uang tunai dan material bangunan, hasil gotong royong yang lahir dari kepedulian bersama.

Baca juga:  Glebod Berbagi, Sasar Anak Yatim dan Jompo di Sukabumi

 

Seorang pengusaha Jampangkulon, H. Iin Sodikin, menyebut langkah sang camat sebagai inspirasi yang jarang terjadi.

 

“Alhamdulillah hari ini kita mulai pembongkaran. Uang DP umroh Rp5 juta yang ditarik Pak Camat itu justru membuka pintu donasi. Dari situ kami semua ikut bergerak. Ini luar biasa,” ujarnya.

 

Bantuan yang diberikan pun tak setengah-setengah. Bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi juga memastikan Bu Nunung bisa langsung hidup layak setelahnya.

 

“Kita tidak hanya bangun rumahnya, tapi juga melengkapinya. Mulai dari mesin air, tempat tidur, kursi, televisi, sampai perlengkapan rumah tangga lainnya. Harapannya, beliau bisa langsung menempati rumah yang nyaman dan layak,” tambah H. Iin.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Delegasikan Ipda Mukhlis Jenguk Korban Tertimpa Pohon di Curugkembar

 

Di tengah proses pembongkaran, terlihat warga sekitar ikut membantu. Ada yang mengangkat kayu, membersihkan puing, hingga sekadar memberi semangat. Suasana gotong royong terasa hangat, seolah rumah yang dibangun bukan hanya milik Bu Nunung, tetapi milik bersama.

 

Camat Dading sendiri merendah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan karena dirinya semata, melainkan kekuatan kebersamaan.

 

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengusaha Jampangkulon. Ini bukti kepedulian yang luar biasa. Semoga semua bantuan, baik tenaga maupun materi, dibalas berlipat oleh Allah,” ucapnya.

Baca juga:  Berkat Aksi Kemanusiaan H Isep Dadang Sukmana, Ini Awal Kronologi Perempuan Diduga ODGJ Ditemukan

 

Ia juga berharap gerakan ini tidak berhenti pada satu rumah saja.

 

“Insyaallah ke depan kita akan lanjutkan untuk warga lain yang benar-benar membutuhkan. Semoga ini menjadi awal gerakan sosial yang berkelanjutan di Jampangkulon,” katanya.

 

Bagi Mak Nunung, rumah baru ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol harapan—tentang hidup yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih manusiawi. Dari sebuah DP umroh yang “ditunda”, lahirlah pahala yang kini berdiri nyata dalam bentuk dinding, atap, dan masa depan yang lebih layak.

Pos terkait