LINGKARPENA.ID | Menyambut pergantian tahun, wajah wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, khususnya di ruas Jalan Provinsi Surade–Ujunggenteng, kini tampil lebih semarak dan menawan. Pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur menuju kawasan wisata Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
Tak hanya itu, Jembatan Cikarang Ponton yang berada di Kampung Cikarang Ponton, sebagai penghubung Kecamatan Surade dan Ciracap, kini tampil dengan wajah baru yang memikat. Jembatan yang sebelumnya hanya berupa bentangan rangka besi besar, kini berubah menjadi ikon visual malam hari berkat penataan lampu artistik yang gemerlap.
Penataan jembatan tersebut ditangani oleh PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat Wilayah Sukabumi. Dengan sentuhan pencahayaan warna-warni, Jembatan Cikarang Ponton kini tampak layaknya panggung pementasan yang indah dan sedap dipandang mata, terutama pada malam hari.
Salah satu petugas PU Bina Marga Wilayah Sukabumi, Sutisna, mengungkapkan harapannya agar penataan tersebut dapat dinikmati masyarakat tepat saat pergantian tahun.
“Mudah-mudahan pada pergantian tahun penataannya siap dinikmati masyarakat, siap menyala,” ujar Sutisna melalui unggahan di akun Facebook pribadinya.
Sutisna, yang akrab disapa Conan, merupakan pelaksana yang menginisiasi langsung penataan Jembatan Cikarang Ponton. Melalui kreativitas dan dedikasinya, jembatan tersebut kini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.
Apresiasi tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari wisatawan. Rahmat, wisatawan asal Bogor, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat melintasi jembatan tersebut pada malam hari.
“Saya waktu lewat jembatan saat malam hari. Jujur saya terpesona melihat tata lampunya,” ujar Rahmat.
Selain jembatan yang kini tampak kinclong, jalur menuju objek wisata Ujunggenteng juga semakin indah dengan kehadiran PJU artistik. Pada setiap tiang lampu terpampang tiga logo khas yang sarat makna dan filosofi budaya Sunda.
Logo pertama adalah Mahkota Binokasih, yang melambangkan mahkota para raja di Tanah Sunda, pusaka sakral sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran. Logo kedua adalah Batik Mega Mendung, batik khas Jawa Barat yang merepresentasikan ketenangan, kesabaran, dan kebijaksanaan, sebagai pengingat untuk selalu bersikap teduh dan damai. Sementara logo ketiga adalah Kujang, senjata tradisional khas Jawa Barat yang melambangkan kekuatan, keberanian, keadilan, serta perlindungan.
Dengan penataan tersebut, ruas Jalan Surade–Ujunggenteng tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung dan akses wisata, tetapi juga menjadi etalase budaya dan estetika yang memperindah wilayah Pajampangan. Kehadiran pencahayaan artistik ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Sukabumi, khususnya menjelang momen libur akhir tahun.






