LINGKARPENA.ID | Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, S.E., menegaskan bahwa keberadaan Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, merupakan bentuk nyata komitmen PDI Perjuangan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa memandang status sosial.
Hal tersebut disampaikan Paoji Nurjaman saat diwawancarai Lingkarpena.id di sela kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jampangkulon, Rabu (4/2/2026).
Dalam keterangannya, Paoji mengungkapkan rasa syukurnya karena fasilitas layanan kesehatan tersebut telah mengantongi izin operasional dan telah diresmikan pada Minggu (25/1/2026), dengan dihadiri Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
“Alhamdulillah hari ini PDI Perjuangan sudah ada izin operasional rumah sakit tanpa kelas. Izin operasionalnya sudah selesai dan kemarin itu diresmikan oleh Sekjen Pak Hasto tanggal 25 Januari,” ujar Paoji.
Menurut Paoji, klinik tersebut dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian. Ia menekankan bahwa fasilitas kesehatan itu hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan murah dan terjangkau, terutama bagi warga kurang mampu.
“Sekarang sudah dibuka untuk warga masyarakat Sukabumi siapapun tanpa kecuali. Orang kaya, orang miskin, orang mampu, tidak mampu, semua bisa berobat,” tegasnya.
Paoji menjelaskan bahwa klinik tersebut menerapkan sistem biaya ringan yang telah menjadi komitmen pengelola. Biaya administrasi pendaftaran disebut hanya Rp25.000, sementara biaya rawat inap dihitung per malam dengan nominal yang sama.
“Catat ya, jangan sampai salah. Daftar administrasi Rp25.000. Kalau satu malam Rp25.000, kalau empat malam Rp100.000. Kalau 10 hari 10 malam cuma Rp250.000,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat yang tidak mampu tetap dapat dilayani hanya dengan membawa identitas diri, tanpa perlu menggunakan BPJS.
“Syaratnya cukup KTP sama kartu keluarga. Tidak ada BPJS, tidak ada bayaran besar. Cuma bayar administrasi Rp25.000, dan rawat inap per malam Rp25.000,” katanya.
Selain itu, Paoji juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan turut menyiapkan dukungan transportasi ambulans untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga kurang mampu yang kesulitan akses menuju fasilitas kesehatan.
Ia mengatakan, enam anggota DPRD dari PDI Perjuangan di Dapil VI telah berkomitmen untuk membantu fasilitas ambulans agar warga dapat dijemput maupun diantar pulang setelah mendapatkan perawatan.
“Kalau ada masyarakat tidak mampu mau berobat dan ambulans tidak ada, anggota dewan yang enam di dapil sudah menyiapkan untuk memfasilitasi. Insyaallah bulan ini di Dapil VI Pak Anang sudah menyiapkan ambulans,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia memastikan pelayanan ambulans tersebut juga akan membantu warga yang telah selesai berobat agar dapat kembali ke kampung halamannya tanpa kerepotan.
“Pulang dari sana juga tidak pusing-pusing, tidak merepotkan. Sudah disiapkan ambulans untuk mengantar orang yang sudah berobat ke kampungnya masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi diketahui didukung tenaga medis profesional, fasilitas kesehatan yang memadai, serta ketersediaan obat-obatan yang cukup. Kehadiran klinik ini diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Kota Sukabumi.
Dengan hadirnya klinik tersebut, PDI Perjuangan kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik yang tidak hanya berbicara soal kekuasaan, namun juga keberpihakan sosial dan kemanusiaan melalui layanan nyata bagi masyarakat.






