Halal Bihalal Manggala Garuda Putih DPC Pajampangan, Hadirkan Santunan Yatim hingga Pagelaran Seni Tradisional

LINGKARPENA.ID | Keluarga besar Manggala Garuda Putih (MGP) DPC Pajampangan akan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan aksi sosial dan pagelaran seni budaya, pada Minggu, 29 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

 

Kegiatan tersebut akan berlangsung di kawasan Pantai Taman Pandan, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

 

Baca juga:  Meriahkan Anniversary ke-6, LSM Basmi Gelar Motocross, Santunan Yatim, hingga Tabligh Akbar di Ciracap

Ketua panitia menyampaikan, dalam kegiatan ini pihaknya akan menggelar santunan anak yatim serta menampilkan pagelaran seni tradisional berupa pencak silat dan kuda lumping dari Padepokan Layung Mekar.

 

Tokoh Manggala Garuda Putih asal Pajampangan, Ade Bima, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga nilai kebersamaan sekaligus melestarikan budaya lokal.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar halal bihalal, tapi juga wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat. Santunan anak yatim dan pelestarian seni tradisional menjadi bagian penting dari jati diri Manggala Garuda Putih,” ujar Ade Bima.

Baca juga:  Halal Bihalal MGP Pajampangan: Santunan Yatim dan Seni Tradisi Warnai Pantai Taman Pandan

 

Ia menambahkan, keberadaan Manggala Garuda Putih di tengah masyarakat selama ini tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

 

“Selama ini kami rutin terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, seperti bakti sosial, santunan, hingga membantu masyarakat dalam situasi darurat. Kami ingin hadir sebagai organisasi yang memberi manfaat nyata,” tambahnya.

Baca juga:  Saiful Bahri Ansori Tegaskan Jatidiri Sarbumusi Islam Rahmatan Lil'alamin

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan antar anggota sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat luas, khususnya di wilayah Pajampangan.

 

Selain itu, acara yang mengusung semangat “Bener Wani Babad” ini juga diharapkan mampu menjadi ruang pelestarian budaya serta memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda.

 

Panitia pun mengajak masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya di wilayah selatan Sukabumi.

Pos terkait