Api dari Loteng, Pagi Berubah Kepanikan Warga Selaawi Sukabumi

FOTO: Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pendinginan di okasi kebakaran di Desa Wanasari, Kecamatan Sukabumi, Jumat pagi, 27 Maret 2026.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Menjelang siang yang seharusnya berjalan tenang, suasana di Kampung Selaawi RT 17/04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, mendadak berubah mencekam, Jumat (27/3/2026). Sekitar pukul 11.55 WIB, kobaran api tiba-tiba muncul dari salah satu rumah warga dan dengan cepat memicu kepanikan di lingkungan padat penduduk tersebut.

Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian loteng rumah milik Nurhayati (UU). Percikan api dari lantai dua rumah itu perlahan membesar, sebelum akhirnya menjalar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya.

Dalam hitungan menit, warga berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga seadanya, sementara yang lain berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu bantuan datang.

Baca juga:  Seorang Lansia di Surade Sukabumi Tewas Terpanggang Api

Sedikitnya empat rumah permanen terdampak dalam kejadian ini, dengan total tujuh kepala keluarga atau 18 jiwa harus merasakan dampaknya. Para pemilik rumah di antaranya Cucun/Sandria, Mimin Mintarsih, Wawan Kurniawan, Dera/Deri, UU Nurhayati, Deri Rukmini, dan Otih.

Tak lama berselang, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sebanyak dua unit dari Sektor VI Cisaat, satu unit dari Sektor Sukaraja, serta dua unit dari Damkar Kota Sukabumi dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet lebih luas ke permukiman lain yang jaraknya saling berdekatan. Asap tebal sempat membumbung tinggi, menyelimuti area sekitar dan membuat jarak pandang terbatas.

Baca juga:  Gudang Penyimpanan Bahan Bakar Kelengkapan Proyek di Sagaranten Kebakaran

Dudi, petugas Damkar Sektor Cisaat, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

“Kami menerima laporan dan langsung menuju lokasi dengan unit terdekat. Saat tiba, api sudah membesar di bagian atas rumah. Dugaan sementara akibat korsleting listrik di loteng,” ujar Dudi.

Ia menambahkan, kondisi bangunan yang berdekatan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

“Kendala utama adalah jarak antar rumah yang cukup rapat, sehingga api cepat merambat. Tapi alhamdulillah bisa segera kami kendalikan agar tidak meluas,” lanjutnya.

Baca juga:  Korban Laka Laut Pantai Kapitol Cisolok Ditemukan

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Sementara itu, tidak ada aset yang berhasil diselamatkan dari pusat kebakaran.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di rumah, terutama pada instalasi yang sudah lama atau berada di area tersembunyi seperti loteng.

Kini, sisa-sisa kebakaran menyisakan puing dan bau hangus yang masih terasa. Bagi para korban, hari itu bukan sekadar peristiwa kebakaran—melainkan awal dari perjuangan untuk kembali bangkit dari kehilangan.

Pos terkait