DPPKB: Peran Kader Jadi Kunci, Sukabumi Perkuat Strategi Tekan Stunting 2026

LINGKARPENA.ID | Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Sukabumi terus digencarkan melalui pendekatan edukatif dan pelibatan aktif kader di tingkat masyarakat. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, usai mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bersama Bupati Sukabumi di Lapangan SMPN Model Cikembar, Sabtu (2/5/2026).

 

Menurut Eka, langkah strategis telah dilakukan dengan mengoptimalkan peran kader sebagai ujung tombak intervensi di lapangan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan ratusan kader dari berbagai wilayah.

Baca juga:  BPTP Jawa Barat Suplai Gapoktan Pabuaran Benih Padi Inpari IR, Ini Lho Manfaatnya

 

“Kami sebelumnya telah menghimpun sekitar 400 kader dalam kegiatan sosialisasi penanganan stunting di Universitas Nusa Putra. Antusiasme mereka luar biasa, dan ini menjadi modal penting dalam mendorong perubahan di masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia menilai, keterlibatan kader yang langsung bersentuhan dengan masyarakat mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman keluarga terkait pencegahan stunting. Edukasi yang dilakukan secara masif dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kasus.

Baca juga:  Salurkan Bantuan MAPI pada Warga Terdampak Bencana Alam  

 

Lebih lanjut, Eka mengungkapkan bahwa capaian penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi sepanjang tahun 2025 telah menunjukkan tren positif, dengan angka yang kini berada di bawah 20 persen.

 

“Peran kader yang aktif turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi terbukti efektif. Ini yang terus kami dorong agar tren penurunan bisa berlanjut,” tambahnya.

Baca juga:  Pabrik Garmen di Cicurug Dilaporkan Klaster Covid-19 Disidak Petugas, Hasilnya?

 

Meski belum menetapkan target khusus di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tetap mengacu pada sasaran nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting. Fokus utama diarahkan pada penguatan sosialisasi serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pola asuh yang baik.

 

“Dengan upaya yang konsisten dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis angka stunting di Sukabumi akan terus menurun pada 2026,” pungkasnya.(adv).

Pos terkait