LINGKARPENA.ID | Ratusan kader Penggerak Kader Nahdlatul Ulama (PKPNU) dari wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi berkumpul dalam sebuah agenda silaturahmi yang dirangkaikan dengan halalbihalal pada Mei 2026. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk merajut kembali kekuatan kader sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan nilai kebangsaan.
Koordinator kegiatan, Daden Sukendar, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan hasil sinergi antara Laksdam PCNU Kabupaten Sukabumi dan LDNU PCNU Kota Sukabumi. Ia menekankan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan kader untuk kembali mengaktifkan gerakan kaderisasi yang sempat meredup.
“Ini adalah ruang temu antar kader NU. Selain sebagai ajang halal bihalal, juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kaderisasi Aswaja serta memperkuat rasa kebangsaan,” ujar Daden.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kader PKPNU memegang dua peran penting, yakni menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengokohkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Daden juga menepis anggapan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan agenda politik atau persiapan Muktamar NU. Menurutnya, kevakuman aktivitas kader sebelumnya justru merupakan bentuk kehati-hatian agar tidak terseret dalam dinamika politik praktis.
“Kalau pun ada semangat menjaga marwah NU, itu murni tanggung jawab moral kader. Bukan bagian dari konsolidasi politik,” tegasnya.
Acara ini diikuti oleh lebih dari 400 kader PKPNU yang tergabung dalam jaringan komunikasi internal. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional yang hadir memberikan pemahaman terkait perlindungan sosial serta program BPJS bagi masyarakat.






