LINGKARPENA.ID | Ratusan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Sukabumi dijadwalkan akan menggelar audiensi terbuka dengan DPRD Kota Sukabumi pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul di Gedung Juang Kota Sukabumi sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi.
Audiensi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus penegasan sikap atas belum terealisasinya sejumlah janji Pemerintah Kota Sukabumi kepada para pengurus lingkungan.
Koordinator kegiatan, Mauly Fahlevi Prawira, menyampaikan bahwa aksi ini akan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah dan dilaksanakan secara damai serta sesuai koridor hukum.
“Kami akan melaksanakan audiensi ini secara tertib dan konstitusional. Ini bukan aksi anarkis, melainkan bentuk penyampaian aspirasi agar ada kejelasan dan realisasi dari janji-janji yang telah disampaikan kepada RT dan RW,” ujar Mauly kepada lingkarpena.id Selasa (19/5.
Ia menegaskan, RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, sehingga keberlangsungan program dan dukungan pemerintah menjadi hal yang sangat penting.
“RT dan RW adalah garda terdepan di lingkungan masyarakat. Kami hanya ingin adanya kepastian, baik terkait program maupun kesejahteraan pengurus yang selama ini turut membantu menjalankan kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, para peserta akan membawa empat tuntutan utama, yakni:
1. Mempertahankan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW)
2. Menjamin ketepatan waktu pencairan insentif RT/RW
3. Melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dana kelurahan dengan melibatkan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK)
4. Merealisasikan dana abadi sebesar Rp10 juta untuk setiap RT
Selain menyampaikan aspirasi, kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi RT dan RW se-Kota Sukabumi dalam memperjuangkan hak dan peningkatan kesejahteraan pengurus lingkungan.
Para peserta berharap DPRD Kota Sukabumi dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan Pemerintah Kota, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.
Audiensi ini diharapkan menghasilkan komitmen nyata dari pemerintah daerah untuk lebih konsisten dalam merealisasikan program serta janji yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya para pengurus RT dan RW.






