LINGKARPENA.ID | Suasana tenang di kawasan wisata alam Curug Cikaso, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam saat banjir bandang datang tiba-tiba pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Debit air yang semula terlihat normal mendadak membesar dan menghantam aliran sungai di bawah air terjun.
Jeritan pengunjung pecah ketika arus deras menyeret beberapa orang yang tengah berada di sekitar lokasi curug. Beruntung, kesigapan petugas Balawista dan bantuan sejumlah pengunjung lain membuat seluruh korban berhasil diselamatkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Di tengah suara gemuruh air yang membesar, petugas Balawista bersama warga dan sejumlah pesepeda bergerak cepat melakukan evakuasi. Situasi yang sempat menegangkan itu akhirnya dapat dikendalikan.
Petugas retribusi Curug Cikaso, Gojali, mengatakan sebelum banjir bandang terjadi kondisi aliran air di Curug Cikaso terlihat normal seperti biasanya. Bahkan cuaca di sekitar lokasi wisata tidak sedang diguyur hujan.
“Sebelum terjadi banjir kondisi Curug normal. Aliran airnya dalam kondisi bagus. Namun rupanya di hulu terjadi hujan lebat, di sekitar daerah Cinagen atau Jampangkulon turun hujan. Di sini tidak hujan,” ujar Gojali kepada lingkarpena.id.
Menurutnya, sekitar pukul 13.00 WIB datang empat orang pelajar putri dari salah satu SMK di Kecamatan Jampangkulon. Tak lama kemudian beberapa pesepeda juga tiba di lokasi wisata tersebut untuk beristirahat dan menikmati suasana alam Curug Cikaso.
Saat para pelajar itu hendak berfoto di sekitar area curug, tiba-tiba aliran air datang dengan sangat deras dan langsung menyeret dua orang pelajar. Sementara dua pelajar lainnya sebelum air membesar berhasil diselamatkan Balawista.
“Sebelum kejadian saya mengingatkan Balawista agar berhati-hati, dan saya juga selalu mengingatkan pengunjung,” tambahnya.
Kondisi mendadak itu membuat suasana wisata yang semula santai berubah menjadi kepanikan. Arus air keruh bercampur ranting dan material kecil meluncur deras dari arah hulu. Sejumlah pengunjung berteriak meminta pertolongan, sementara petugas dan warga yang berada di lokasi langsung berupaya mengevakuasi korban ke tempat aman.
Beruntung, para petugas Balawista yang siaga di lokasi bergerak cepat bersama para pesepeda dan pengemudi perahu yang turut membantu proses penyelamatan. Seluruh pengunjung yang sempat terseret akhirnya berhasil diselamatkan.
“Hari itu di Curug Cikaso tidak banyak pengunjung. Selain keempat pelajar, ada dua orang turis di sana tetapi keduanya berada pada zona aman. Alhamdulillah para pesepeda pun turut memberikan bantuan saat itu termasuk Balawista,” pungkas Gojali.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama di musim cuaca yang tidak menentu. Sebab banjir bandang bisa datang sewaktu-waktu meski kondisi cuaca di lokasi wisata terlihat cerah.






