Kebakaran Hanguskan Satu Ruang Kelas SDN Cipriangan Sukalarang, Damkar: Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Sukalarang, saat melakukan pendinginan pada ruang kelas SDN Cipriangan yang terbakar pada Senin (1/6) sore.[dok.p2bk]

LINGKARPENA.ID | Satu ruang kelas di SDN Cipriangan, Kampung Cipriangan RT 01, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengalami kebakaran pada Senin (1/6/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu oleh api dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke bangunan sekolah.

 

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, kejadian terjadi sekitar pukul 16.17 WIB. Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 16.23 WIB dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukalarang, Dindin.

 

Menerima laporan tersebut, satu unit pemadam dari Posko VII Sukaraja langsung diberangkatkan pada pukul 16.24 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.40 WIB. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dengan penyemprotan air menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Baca juga:  Korsleting Listrik Hanguskan Rumah Panggung di Sagaranten

 

Danpos Damkar Sukaraja, Ade Feri, mengatakan kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merambat ke seluruh bangunan sekolah.

 

“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.19 WIB sehingga tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan sekolah,” ujar Ade Feri kepada lingkarena. id, Selasa ( 2/6/2026 )

 

Menurutnya, sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi yang kemudian menjalar ke salah satu ruang kelas.

 

“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari pembakaran sampah. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran terbuka, terutama di dekat bangunan yang mudah terbakar,” katanya.

Baca juga:  Kebakaran Rumah Warga, Danpos: Posko II Damkar Kalapanunggal Tidak Menerima Laporan dari P2BK

 

Bangunan yang terdampak merupakan ruang Kelas IV SDN Cipriangan dengan luas sekitar 7 x 8 meter persegi. Sementara deretan bangunan kelas lainnya dengan luas keseluruhan sekitar 7 x 70 meter persegi berhasil diselamatkan.

 

Ade Feri menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala kondisi lalu lintas yang ramai, akses jalan yang sempit, serta banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

 

“Kami juga menghadapi kendala karena banyak masyarakat yang menonton di sekitar lokasi, sehingga ruang gerak petugas menjadi terbatas. Namun berkat kerja sama semua pihak, proses pemadaman dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Baca juga:  Lahan Perkebunan Bambu di Sukabumi, Geheng Terbakar

 

Sebanyak 20 persen bangunan terdampak kebakaran, sedangkan 80 persen bangunan lainnya berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan dalam kondisi selamat.

 

Untuk memenuhi kebutuhan air saat pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari sungai kecil yang berada di seberang lokasi kejadian. Hingga saat ini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak sekolah.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat berada di dekat bangunan fasilitas umum maupun permukiman warga.(adv).

Pos terkait