Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 Perkuat Tradisi, Kebersamaan, dan Semangat Memajukan Perikanan

Upacara adat tradisi tahunan syukuran hari nelayan Cisolok ke-29 Tahun 2026.[fok.ist]

LINGKARPENA.ID | Ribuan masyarakat memadati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Kecamatan Cisolok, Rabu (24/6/2026), untuk mengikuti Syukuran Nelayan Cisolok ke-29. Tradisi tahunan ini menjadi ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat pesisir.

 

Suasana berlangsung semarak dengan beragam rangkaian kegiatan yang memadukan unsur budaya, keagamaan, dan hiburan rakyat. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat nelayan dengan pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi membangun sektor perikanan.

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, mengatakan Syukuran Nelayan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi dalam pengembangan sektor perikanan.

Baca juga:  Event Kelima Seni Ketangkasan Domba Sukabumi, Butuh Infrastruktur yang Memadai

 

“Syukuran Nelayan adalah momentum memperkuat kebersamaan. Pemerintah ingin hadir lebih dekat dengan nelayan, mendengar aspirasi mereka, serta bersama-sama membangun sektor perikanan yang semakin maju dan berkelanjutan,” ujar Sri Padmoko.

 

Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam tradisi tersebut mampu menjadi motivasi bagi para nelayan untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Meluluh Lantahkan Pelaku Seni, Abah Ruskawan: "Ibarat Mati Suri"

 

Camat Cisolok, Okih Fazri, mengapresiasi seluruh panitia, relawan, donatur, dan masyarakat yang telah berkolaborasi sehingga Syukuran Nelayan ke-29 berlangsung aman, lancar, dan meriah.

 

“Keberhasilan acara ini merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi kesejahteraan dan keselamatan para nelayan di Kecamatan Cisolok,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Dede Ola, menegaskan bahwa Syukuran Nelayan merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diperoleh dari laut, sekaligus momentum menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan.

Baca juga:  Kunjungi Lingkungan Seni, Pepadi: Pentas Wayang Golek Bisa Jadi Alat Promisi Parawisata

 

“Tradisi harus terus dilestarikan sebagai identitas masyarakat pesisir, namun tetap dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Dengan begitu, budaya dan akidah dapat berjalan berdampingan secara harmonis,” katanya.

 

Melalui penyelenggaraan Syukuran Nelayan ke-29 ini, diharapkan semangat gotong royong, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya laut semakin menguat, sehingga sektor perikanan di Kabupaten Sukabumi terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya jurnalistik media online dengan lead yang lebih kuat dan menarik pembaca.

Pos terkait