LINGKARPENA.ID | Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Pernyataan tersebut disampaikan H. Andreas saat memberikan arahan secara virtual dalam Rapat Koordinasi Gebyar Posyandu untuk Intervensi Serentak Pencegahan dan Penurunan Stunting dari Ruang Kerja Wakil Bupati, Selasa (30/6/2026).
“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa harus menjalankan perannya secara optimal agar target penurunan stunting dapat tercapai,” tegas H. Andreas.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga yang berisiko mengalami stunting.
“Melalui Posyandu yang aktif dan berkualitas, kita berharap dapat melahirkan generasi Kabupaten Sukabumi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan sekaligus memastikan pelaksanaan intervensi serentak pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Gebyar Posyandu sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.






