LINGKARPRNA.ID | Rotasi dan mutasi 327 pejabat administrator serta pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi membawa sejumlah perubahan pada struktur organisasi perangkat daerah. Salah satunya terjadi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026).
Perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi yang dilakukan Pemkab Sukabumi untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan.
Salah satu pergeseran yang cukup menonjol terjadi pada jabatan Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi. Nuryamin yang sebelumnya menduduki posisi tersebut kini mendapat amanah baru sebagai Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi.
Posisi Sekretaris DLH yang ditinggalkan Nuryamin selanjutnya dipercayakan kepada Endang Suherman. Sebelumnya, Endang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sukabumi.
Perubahan ini membuat jajaran sekretariat DLH memiliki figur dengan pengalaman di bidang pertanahan dan tata ruang. Dalam struktur organisasi, sekretaris dinas memiliki peran strategis dalam membantu kepala dinas, terutama terkait administrasi, perencanaan, kepegawaian, koordinasi program hingga pengelolaan organisasi.
“Rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika birokrasi untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi. Yang terpenting, setiap pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dan memastikan pelayanan serta program pemerintahan tetap berjalan,” demikian gambaran arah penataan aparatur dalam proses rotasi tersebut.
Selain jabatan sekretaris dinas, perubahan juga terjadi pada struktur UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi.
Nurkhasan yang sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Laboratorium Lingkungan kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Cikakak.
Posisi yang ditinggalkan Nurkhasan kemudian diisi oleh Arli Marlina. Sebelumnya, Arli menjabat Kepala Subbagian Keuangan, Perencanaan, dan Evaluasi Kecamatan Cisolok.
Pergeseran tersebut sekaligus membawa pengalaman baru ke lingkungan UPTD Laboratorium Lingkungan, khususnya dalam aspek administrasi keuangan, perencanaan dan evaluasi pemerintahan.
“Pergantian personel harus tetap diikuti dengan kesinambungan program. Pejabat baru perlu memahami tugas, persoalan dan target organisasi agar proses pelayanan tidak terganggu,” menjadi poin penting dalam memastikan transisi jabatan berjalan efektif.
Di sisi lain, perpindahan Nuryamin ke Satpol PP juga memperlihatkan adanya mobilitas aparatur lintas perangkat daerah. Pengalaman yang diperoleh dari DLH diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya.
Penataan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah 327 pejabat administrator dan pengawas oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada Senin (10/8/2026) di Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu.
Bagi DLH, kesinambungan kerja menjadi hal penting karena urusan lingkungan hidup bersentuhan langsung dengan berbagai sektor dan membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.
Dengan adanya pejabat baru pada sejumlah posisi strategis, tantangan berikutnya adalah memastikan proses serah terima tugas berlangsung baik. Program yang telah berjalan harus tetap dilanjutkan, sementara pejabat yang baru ditempatkan dituntut segera memahami kondisi serta target organisasi masing-masing.(adv)






