LINGKARPENA.ID | Warga di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dikejutkan oleh gempa bumi tektonik yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 03.57 WIB. Meski hanya berlangsung beberapa detik, getaran gempa sempat dirasakan oleh sebagian masyarakat yang masih terjaga maupun yang sedang beristirahat.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,4 dengan episenter berada di 52 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 24 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah selatan Sukabumi. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, sumber gempa berasal dari pergerakan patahan aktif di bawah permukaan bumi.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menyampaikan bahwa karakteristik gempa tersebut merupakan aktivitas tektonik yang umum terjadi di kawasan selatan Jawa yang memiliki struktur sesar aktif.
Di Kecamatan Simpenan, getaran gempa dilaporkan dirasakan dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, guncangan umumnya hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan sesaat setelah menerima informasi terjadinya gempa.
“Getaran memang sempat terasa di wilayah Simpenan sekitar pukul 03.57 WIB. Namun berdasarkan hasil pemantauan sementara, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Kami tetap melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait apabila ada perkembangan lebih lanjut,” ujar Dandi Sulaeman kepada lingkarpena. id, Rabu ( 7/6/2026 ).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi kejadian tersebut. Menurutnya, warga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah serta segera melaporkan apabila menemukan adanya dampak yang ditimbulkan akibat gempa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Sukabumi. BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG.






