Sekda Kabupaten Sukabumi Dorong Relawan SPPG Jadi Peserta JKN, Kejar Target UHC Daerah

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya mencapai target Universal Health Coverage (UHC). Salah satu langkah yang ditempuh yakni mendorong seluruh relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.

 

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat membuka Sosialisasi Program JKN bagi Relawan SPPG se-Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (16/7).

 

Dalam sambutannya, Ade Suryaman meminta seluruh pengurus yayasan SPPG segera mendaftarkan para relawan sebagai peserta BPJS Kesehatan agar memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai.

 

“Program JKN merupakan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami meminta seluruh yayasan SPPG segera mendaftarkan para relawannya agar memiliki jaminan kesehatan yang pasti,” ujar Ade.

Baca juga:  Ruas Jalan Cempakaratu - Cipedes Mirip Sungai Kering

 

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 402 yayasan SPPG di Kabupaten Sukabumi. Dengan asumsi setiap yayasan memiliki sekitar 50 relawan, maka terdapat potensi puluhan ribu orang yang perlu mendapatkan perlindungan melalui program JKN.

 

Menurutnya, upaya tersebut bukan hanya untuk meningkatkan angka kepesertaan BPJS Kesehatan, melainkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

 

“Optimalisasi kepesertaan ini bukan semata-mata demi kepentingan pemerintah daerah atau BPJS Kesehatan, tetapi untuk memastikan masyarakat terlindungi. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengejar target Universal Health Coverage di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Baca juga:  Gandeng SMSI Sukabumi Raya, PLTU Jabar 2 Palabuhanratu Gelar Karya Bhakti Negeri

 

Ade mengungkapkan, target UHC dalam RPJMN ditetapkan mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen. Sementara hingga saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sukabumi baru mencapai 92,97 persen, sedangkan tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 62,96 persen.

 

Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk yayasan SPPG, dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan kepesertaan aktif JKN.

 

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Ahmad Sanusi Budi Permana, mengatakan keberhasilan Program JKN sangat bergantung pada semangat gotong royong seluruh peserta.

Baca juga:  Dua Tahun Terhenti, Ini Hari Nelayan Palabuhanratu ke 62

 

“Semakin banyak masyarakat yang menjadi peserta aktif JKN, maka semakin kuat pula sistem perlindungan kesehatan yang dapat diberikan kepada seluruh peserta,” katanya.

 

Ia menambahkan, relawan SPPG dapat mendaftar melalui skema Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 3. Untuk mempermudah proses tersebut, BPJS Kesehatan akan memberikan pendampingan teknis serta memfasilitasi pendaftaran secara kolektif bagi seluruh yayasan SPPG di Kabupaten Sukabumi.

 

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap capaian kepesertaan dan keaktifan JKN terus meningkat sehingga target UHC dapat segera terwujud, sekaligus memastikan seluruh relawan SPPG memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal.

Pos terkait