FGSB Dorong Kepulangan Jenazah WNI Evi Mentari, Datangi Pemkot Sukabumi

FGSB Sukabumi saat menggelar pertemuan dengan Sekda Kota Sukabumi, Senin (27/7).[foto:fgsb]

LINGKARPENA.ID | Warga Negara Indonesia (WNI) Asal Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi almarhumah Evi Mentari, sudah memasuki tiga pekan keberadaannya di Jeddah Arab Saudi. Melalui Forum Gerakan Sosial dan Budaya (FGSB) kembali melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Sukabumi, pada Senin (27/07/26).

 

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Andang Cahyadi di Balai Kota.

 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya yang telah digelar di Kantor DPRD Kota Sukabumi, bersama sejumlah dinas terkait.

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkot Sukabumi, Sekda; Jamin Ketersediaan Stok Kebutuhan Pokok

 

Ketua Tim FGSB Rangga Surya Diningrat S.H, menyampaikan bahwa kedatangan FGSB ke Pemkot Sukabumi bertujuan untuk mengawal dan mempercepat pemulangan jenazah WNI asal Kota Sukabumi yaitu almarhumah Evi Mentari.

 

“Kami datang membawa aspirasi keluarga. Setelah audiensi di DPRD, hari ini kami sampaikan langsung ke Pemkot agar ada kepastian langkah dan koordinasi lintas dinas. Ini sebagai pemaksimalan langkah kami. Kasihan pihak keluarga. Jenazah sudah tertahan Tiga pekan,” ujar Rangga kepada Lingkarpena.id Senin (27/7) di Balai Kota Sukabumi.

Baca juga:  Rangkaian Kegiatan HPN Lancar, Sekda Kota Sukabumi: Ini Ajang Silaturahmi

 

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, S.T., M.K.M.

menyambut baik kedatangan FGSB dan keluarga. Beliau menegaskan Pemkot berkomitmen hadir untuk warga dan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai alur mekanisme yang berlaku.

 

“Kami akan koordinasikan dengan dinas-dinas terkait. Pemkot terbuka untuk berdialog dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ungkap Sekda.

Baca juga:  Sampah di Sejumlah Titik Menggunung. DLH Kabupaten Sukabumi Klaim Kurang Armada

 

Dalam kesempatan ini, FGSB berharap setelah pertemuan ini Pemkot segera membentuk tim terpadu untuk menindaklanjuti kasus tersebut, termasuk berkoordinasi dengan DPRD, Dinas terkait dan perangkat daerah lainnya.

 

Pertemuan berlangsung dengan suasana kondusif dan disertai kesepakatan untuk dijadwalkan pertemuan lanjutan.

Pos terkait