Lolos dari 300 Peserta, Anggota Paskibraka Kota Sukabumi Dapat Beasiswa hingga Penghargaan Tunai

Paskibra Kota Sukabumi saat menggelar latihan di lapang merdeka kota Sukabumi.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sukabumi merupakan prestasi yang tidak diraih dengan mudah. Dari sekitar 300 pelajar yang mengikuti seleksi, hanya 32 orang yang berhasil melewati seluruh tahapan dan dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Tahun 2026.

 

Saat ini para siswa terbaik tersebut tengah menjalani pembinaan dan latihan intensif yang dipusatkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sukabumi sebagai persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Kepala Bidang Kesbangpol Kota Sukabumi, Cecep Rapih, mengatakan proses seleksi dilakukan secara berjenjang dengan standar nasional sehingga hanya peserta terbaik yang dapat bergabung.

 

“Dari 32 peserta yang lolos, dua orang dipercaya mewakili Kota Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Keduanya berasal dari SMA Negeri 4 Kota Sukabumi dan SMA Hayatan Thoyyibah. Sehingga yang mengikuti pemusatan latihan di tingkat kota berjumlah 30 orang,” ujar Cecep, Rabu (29/7/2026).

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Januari

 

Menurutnya, pembinaan Paskibraka yang kini memasuki tahun keempat di bawah koordinasi Kesbangpol tidak hanya berorientasi pada kesiapan upacara kenegaraan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

 

Selama masa latihan, para peserta dibimbing lima pelatih yang berasal dari Secapa AD, Kodim 0607/Kota Sukabumi, Yonif 310/KK, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Selain itu, tujuh pamong dari PPI mendampingi para peserta setiap hari untuk membentuk mental, etika, serta semangat kebangsaan.

 

Rangkaian latihan telah berlangsung sejak Juli 2026. Mulai 8 Agustus mendatang, seluruh anggota akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan selama 10 hari dengan sistem karantina di Taman Sari hingga menjelang upacara 17 Agustus.

 

Selama masa tersebut, mereka akan menjalani latihan fisik, kedisiplinan, hingga simulasi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih bersama Pasukan Pengawal (Paswal) 45 agar pelaksanaan upacara berjalan maksimal.

 

Cecep menjelaskan, persyaratan menjadi anggota Paskibraka tetap mengacu pada ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di antaranya tinggi badan minimal 160 sentimeter bagi perempuan dan 170 sentimeter bagi laki-laki serta memenuhi syarat kesehatan jasmani maupun rohani.

Baca juga:  Banyak Perusahaan Tambang di Sukabumi Memicu Kemarahan Masyarakat, Kebijakan Gubernur Diabaikan

 

Tidak hanya fokus pada pembinaan, Pemerintah Kota Sukabumi juga mulai memberikan perhatian terhadap masa depan para anggota Paskibraka. Salah satunya melalui pengembangan program beasiswa bagi peserta yang berprestasi.

 

“Kami ingin anak-anak Paskibraka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka sudah membuktikan kualitasnya melalui proses seleksi yang sangat ketat,” kata Cecep.

 

Selain membuka peluang beasiswa, Kesbangpol juga mendorong Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Sukabumi memiliki sekretariat permanen sebagai pusat kegiatan organisasi dan pembinaan alumni Paskibraka.

 

Usulan tersebut telah disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Sukabumi, DPRD Kota Sukabumi, dan Kejaksaan Negeri Sukabumi. Dari pertemuan itu muncul dukungan berupa peluang program beasiswa serta bantuan dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp15 juta untuk mendukung operasional PPI.

Baca juga:  Ini Kata Disnakertrans Sudah Tiga Kali Mediasi  Persoalan PT Pangrango dengan Pekerja

 

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi anggota Paskibraka, pelatih, dan pamong, Pemerintah Kota Sukabumi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp61 juta melalui APBD 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memberikan hadiah berupa perjalanan wisata, tahun ini penghargaan diberikan dalam bentuk uang tunai.

 

“Harapan kami, Paskibraka tidak hanya sukses menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme, dan siap menjadi calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Cecep.

 

Saat ini seluruh peserta masih menjalani latihan rutin di Lapang Merdeka Kota Sukabumi yang akan menjadi lokasi utama pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026. Tahun ini, SMA Negeri 4 Kota Sukabumi menjadi sekolah dengan jumlah anggota Paskibraka terbanyak, yakni enam orang yang berhasil lolos seleksi.

Pos terkait