DPPKB Kabupaten Sukabumi Perkuat Edukasi 100 Keluarga Berisiko Stunting di Palabuhanratu

LINGKARPENA.ID | Upaya mempercepat pencegahan dan penurunan stunting terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada keluarga. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi turut mendukung kegiatan Edukasi Keluarga Berisiko Stunting dalam Gerakan Masyarakat Sehat (GEMA Sehat) yang digelar di Aula Warga Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (7/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).

 

Sebanyak 100 keluarga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting (KRS) menjadi sasaran kegiatan. Edukasi diberikan untuk memperkuat pemahaman keluarga mengenai pengasuhan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, perilaku hidup sehat, serta pentingnya membangun keluarga yang berkualitas.

Baca juga:  Brutalla Indonesia Dampingi Vaksinasi Merdeka Anak di SDN Cikupa Nagela Tegalbuleud Sukabumi 

 

DPPKB Kabupaten Sukabumi melalui para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) ikut berperan dalam memfasilitasi peserta sekaligus mendampingi jalannya kegiatan.

 

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur.

 

“Edukasi kepada keluarga merupakan bagian penting dalam mencegah stunting. Ketika keluarga memiliki pengetahuan yang cukup tentang pola asuh, gizi dan kesehatan, maka upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga itu sendiri,” ujar Feri.

Baca juga:  PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang PTM Diatur Kembali

 

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi, pemerintah, pemerintah desa, tenaga penyuluh dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran bersama.

 

Feri menambahkan, program semacam ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kami ingin keluarga berisiko stunting tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mampu menerapkannya. Mulai dari pola pengasuhan yang positif, pemenuhan gizi yang baik, komunikasi dalam keluarga hingga kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan,” jelasnya.

Baca juga:  BIN Jabar Gandeng PWI dan IKWI Sukabumi Gelar Akselarasi Vaksinasi

 

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak keluarga memperoleh pendampingan dan edukasi yang tepat.

 

“Membangun keluarga berkualitas adalah investasi jangka panjang. Dari keluarga yang sehat, tangguh dan peduli, kita berharap lahir generasi Sukabumi yang sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Feri. (adv)

Pos terkait