LINGKARPENA.ID | Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi dan memicu beberapa kejadian bencana pada Selasa malam hingga Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya lima kejadian dilaporkan terjadi di Kecamatan Sukaraja, Cikidang dan Cicurug.
Kejadian pertama berupa tanah longsor terjadi di Kampung Cimuncang Pasir Kambing, RT 06/RW 09, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Longsor terjadi setelah tembok penahan tanah (TPT) ambruk dan material longsoran menyumbat gorong-gorong. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, di Kampung Mangrod RT 017/RW 002, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit rumah pada Selasa sekitar pukul 18.25 WIB.
Akibat kejadian tersebut, satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terdampak dan mengungsi. BPBD mencatat tidak ada korban meninggal dunia, luka maupun hilang. Kebutuhan sementara di lokasi antara lain terpal dan material bangunan.
Kemudian di Kecamatan Cicurug, cuaca ekstrem kembali menyebabkan sejumlah kerusakan. Di halaman SMAN 1 Cicurug, Jalan Koramil Nomor 65, Desa Purwasari, pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang pada Rabu sekitar pukul 14.30 WIB.
Pohon tersebut menimpa dua unit mobil dan 10 unit sepeda motor serta mengenai tembok di samping sekolah. Upaya pembersihan pohon tumbang dilakukan di lokasi.
Kejadian lainnya terjadi di Kampung Bojong Pereng RT 03/RW 03, Desa Cibatu, Kecamatan Cicurug, sekitar pukul 01.30 WIB. Auning rumah milik warga bernama Wahyu terdampak angin kencang hingga menimpa rumah di sebelahnya milik Nawiah. Sebanyak tiga kepala keluarga atau tujuh jiwa terdampak, namun tidak ada warga yang mengungsi maupun menjadi korban.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kejadian serupa dilaporkan di Kampung Perubahan Sampireun RT 03/RW 05, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug. Auning rumah milik seorang warga bernama Hany terdampak akibat hujan deras dan angin kencang. Satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terdampak, tanpa korban jiwa maupun pengungsian.
Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan petugas bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan asesmen di lapangan. Petugas berkoordinasi dengan pemerintah desa, Tagana, Babinsa, Babinmas, Satpol PP, relawan dan masyarakat,” kata Daeng.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang.
“Masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap pohon yang rawan tumbang, bangunan yang kondisinya kurang kuat, serta saluran air yang berpotensi tersumbat material longsoran,” ujarnya.
Daeng menambahkan, penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di masing-masing lokasi, termasuk pembersihan material longsoran yang menyumbat gorong-gorong serta pembersihan pohon tumbang.
Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, BPBD masih melakukan pemantauan dan asesmen terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.






