Longsor tutup ruas jalan Kabupaten di Kecamatan Simpenan Sukabumi. | Foto: Istimewa

Longsor Tutup Ruas Jalan Kabupaten di Simpenan Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA

LINGKARPENA.ID – Longsor kembali terjadi di Kecamatan Simpenan Sukabumi pada Rabu 24 November 2021. Peristiwa longsor terjadi pada pukul 11:30 WIB tepatnya di Kampung Cipurut RT 24/06 Desa Cibuntu Kecamatan Simpenan.

Tebing dengan ketinggian 12 meter dan lebar 6 meter menutup ruas jalan. Perlintasan Jalan Kabupaten yang menuju desa Cibuntu sempat tidak bisa dilalui. Material longsoran tanah dan bebatuan menutup badan jalan sehingga akses warga masyarakat terhambat.

Baca juga:  Longsor di Kecamatan Nyalindung Sukabumi Sempat Tutup Akses Jalan Warga, Ini yang Dilakukan Bripda Aldi

“Jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sementara ini jalan hanya bisa dilalui roda dua dan pejalan kaki,” ucap P2BK Simpenan, Dandi Sulaeman, dalam laporan tertulisnya seperti yang disiarkan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu sore.

Dikatakan Dandi, longsor sementara diduga akibat intensitas hujan tinggi, sehingga membuat tebing di lokasi tersebut menjadi longsor. Saat ini petugas relawan dan masyarakat berjibaku melakukan evakuasi marerial longsor dengan alat manual.

Baca juga:  Perahu Terbakar di Lautan Ujunggenteng, Dua Korban Dievakuasi

“Arus lalulintas mulai lancar tapi cuma bagi pejalan kaki dan roda dua. Untuk roda empat masih belum bisa dilalui. Jalan ini penghubung desa Cibuntu ke Bagbagan,” terang Dandi.

P2BK bersama muspika relawan serta unsur pemerintah desa setempat masih berada di lokasi. Petugas memberikan himbauan agar masyarakat serta pengguna jalan agar lebih berhati hati saat melintas di kawasan tersebut. Mengingat cuaca masih ekstrem dan banyak titik lokasi yang dikhawatirkan terjadi longsor.

Baca juga:  1.140 KPM Terima Kartu KKS Program Kemensos RI di Cikembar Sukabumi

“Alat berat sangat dibutuhkan untuk menghalau bebatuan dan pohon yang ikut dengan longsoran. Sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Jika material tanah sudah dibersihkan secara gotong-royong dengan masyarakat setempat,” tambahnya.(**)

 

 

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan