Pihak Berwenang Selidiki Penyebab Keracunan Massal Ratusan Santri di Kota Sukabumi

Kondisi di ruang IGD RSUD Al-Mulk, saat penanganan pasien dugaan keracunan massal santri Ponpes Alam Baiti Jannati, Cikundul Kota Sukabumi, Sabtu (15/8).[foto: humas rs al-mulk]

LINGKARPENA.ID | Ratusan santri Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mengalami keluhan kesehatan sejak Jumat (14/8/2026). Sejumlah santri kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

 

Keluhan kesehatan tersebut muncul beberapa jam setelah para santri menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, hingga kini belum ada kesimpulan dari pihak rumah sakit maupun pesantren bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan atau berkaitan langsung dengan program MBG.

 

Humas RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi, Fitriyani Intan Putri mengatakan pihaknya menerima sejumlah pasien dari Pondok Pesantren Baiti Jannati, yang mengalami gejala seperti keracunan.

 

“Berdasarkan data sementara, hingga saat ini terdapat sekitar 79 pasien yang datang ke RSUD Al-Mulk, terdiri dari 26 pasien laki-laki dan 53 pasien perempuan,” ujar Fitriyani kepada lingkaroena.id Sabtu ( 15/8/2026 ).

Baca juga:  Lima Rumah di Cisolok Ludes Terbakar, Damkar: Diduga Akibat Korsleting Listrik

 

Menurutnya, seluruh pasien yang datang telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari tim kesehatan RSUD Al-Mulk.

 

Saat ini, para pasien masih dalam proses observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memantau kondisi dan perkembangan kesehatan masing-masing.

 

“RSUD Al-Mulk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh pasien dan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing,” katanya.

 

Fitriyani menegaskan, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan penyebab maupun faktor yang berkaitan dengan keluhan kesehatan para santri.

 

“Mengenai penyebab atau faktor yang berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami pasien, saat ini belum dapat disimpulkan oleh pihak rumah sakit dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta informasi dari pihak yang berwenang,” jelasnya.

Baca juga:  Rumah Warga Ciemas Ludes Terbakar, Damkar Akui Kesulitan Akses Jalan

 

Sementara itu, Humas RS Syamsudin SH, Demar, mengatakan sejumlah santri dari Ponpes Alam Baiyi Jannati juga datang ke rumah sakit Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis.

 

“Datang ke RS sekitar pukul 08.30 WIB. Keluhannya mual, muntah, pusing dan mencret,” kata Demar saat dikonfirmasi lingkarpena.id.

 

Demar menyebutkan, dari total 59 santri yang mendapat penanganan di RS Syamsudin SH, sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat.

 

“Jumlah seluruhnya 59, yang sudah pulang 55, rawat 4,” ujarnya.

Baca juga:  RSUD R Syamsudin SH Hadirkan Radiologi Modern, Diagnosis Lebih Akurat

 

Ia menambahkan, sebagian pasien sempat mendapatkan tindakan medis berupa infus dan masih menjalani observasi maupun perawatan sesuai kondisi masing-masing.

 

“Sudah diperiksa, sudah dikasih obat, sebagian diinfus. Sebagian besar sudah pulang, sebagian masih observasi dan sebagian harus dirawat,” jelasnya.

 

Terkait dugaan penyebab keluhan kesehatan tersebut, Demar meminta informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan.

 

“Coba ditanyakan langsung ke Dinkes, soalnya informasi terbaru diarahkan ke dinas,” pungkasnya.

 

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para santri masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran dari pihak berwenang. Dengan demikian, dugaan keterkaitan antara keluhan kesehatan tersebut dengan menu MBG belum dapat dipastikan.

Pos terkait