LINGKARPENA.ID | Kondisi jalan yang selama bertahun-tahun belum mendapat penanganan mendorong warga Kampung Cisaat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya.
Kegiatan tersebut kembali dilakukan pada Selasa (29/9/2026) bersama tokoh masyarakat setempat, duabtaranya Alie SiMaung. Warga bahu-membahu memperbaiki sejumlah bagian jalan yang dinilai sudah tidak layak dilalui.
Akses jalan tersebut merupakan jalan yang digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi jalan yang rusak, ditambah sejumlah titik yang sebelumnya terdampak longsor, membuat mobilitas warga menjadi kurang nyaman dan berisiko.
Alie mengatakan, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Menurutnya, warga tidak ingin hanya menunggu bantuan ketika kondisi jalan sudah semakin memprihatinkan.
“Hari ini kami kembali kerja bakti. Jalan ini untuk umum dan sudah lama tidak diperbaiki. Jadi kami bangun sedikit demi sedikit bersama masyarakat,” ujar Alie, kepada Wartawan, Selasa (29/9/2026).
Ia menuturkan, kegiatan gotong royong tersebut akan terus dilakukan selama masih memiliki kemampuan untuk membantu. Jika terdapat rezeki lebih, dirinya berkomitmen kembali mengalokasikannya untuk mendukung perbaikan akses jalan tersebut.
Namun, Alie menyadari bahwa perbaikan secara swadaya memiliki keterbatasan. Penanganan jalan secara menyeluruh, kata dia, tetap membutuhkan peran pemerintah.
“Kalau nanti ada rezeki, saya akan terus perbaiki. Karena jalan ini sudah lama tidak diperbaiki, baik oleh desa maupun pemerintah daerah,” katanya lagi.
Menurutnya, gotong royong yang dilakukan masyarakat bukan untuk menggantikan tanggung jawab pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus solusi sementara agar akses warga tetap dapat digunakan.
“Kami hanya ingin meringankan masyarakat. Tapi saya berharap pemerintah segera turun tangan, karena jalan ini untuk kepentingan umum dan tentunya membutuhkan penanganan yang lebih serius,” ungkapnya.
Alie pun meminta pemerintah desa dan pemerintah daerah melihat langsung kondisi jalan di lapangan. Ia berharap aspirasi masyarakat tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program perbaikan infrastruktur yang lebih permanen.
“Kami siap bergotong royong, tetapi pembangunan jalan secara menyeluruh, tentu saja kami membutuhkan dukungan pemerintah,” tandas Alie.






