DLH Jampangkulon Tetap Maksimalkan Penanganan Sampah Meski Keterbatasan Armada

Armada pengankut sampah UPT DLH Jampangkulon, saat melakukan penanganan sampah.[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD DLH Wilayah Jampangkulon terus mengintensifkan penanganan dan pengangkutan sampah di sejumlah titik wilayah kerjanya, termasuk Kecamatan Sagaranten, Minggu (16/8/2026).

 

Kegiatan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sepanjang jalur utama dan kawasan yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan warga maupun berpotensi menyumbat saluran drainase saat hujan.

 

Kepala UPT DLH Wilayah Jampangkulon, Aluh, mengatakan wilayah kerja yang ditangani cukup luas. Selain sejumlah kecamatan di wilayah VI Jampangkulon, pihaknya juga membantu penanganan sampah di Kecamatan Sagaranten yang masuk wilayah V.

Baca juga:  DLH Sukabumi Ajak Warga Jadikan HJKS ke-155 Momentum Refleksi dan Gotong Royong

 

“Penanganan sampah ini rutin kami lakukan. Karena wilayahnya cukup luas dan mobilitas masyarakat tinggi, potensi penumpukan sampah di bahu jalan juga cukup besar,” ujar Aluh.

 

Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga diperkirakan akan meningkatkan volume sampah. Karena itu, DLH Jampangkulon menyiapkan penanganan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan sampah setelah berbagai kegiatan masyarakat.

 

“Besok kami bekerja ekstra berkaitan dengan peringatan 17 Agustus. Biasanya di momen seperti itu volume sampah meningkat. Besok kami berangkatkan tiga armada ke wilayah Sagaranten,” katanya.

 

Dalam kegiatan penanganan rutin tersebut, DLH mengerahkan armada truk pengangkut sampah bersama empat orang petugas kebersihan dari Korwil Jampangkulon. Sampah yang diangkut didominasi sampah rumah tangga dan sampah plastik.

Baca juga:  DLH Kabupaten Sukabumi Anugerahkan Penghargaan Adiwiyata kepada 10 Sekolah Berprestasi

 

Aluh mengakui, penanganan sampah di wilayah Pajampangan masih menghadapi kendala keterbatasan armada. Saat ini, UPTD DLH Jampangkulon hanya memiliki enam armada untuk melayani wilayah yang cukup luas.

 

“Kalau melihat luas wilayah Pajampangan, enam armada tentu masih terasa berat. Tetapi kami terus berupaya melakukan penanganan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

 

Keterbatasan armada tidak menyurutkan petugas untuk menjalankan tugas. Bahkan, dalam kondisi tertentu, petugas harus bekerja hingga malam hari untuk memastikan sampah di sejumlah titik dapat segera ditangani.

 

“Sering kali kami melakukan penanganan sampah sampai tengah malam. Yang penting sampah bisa segera terangkut dan tidak menumpuk terlalu lama,” tuturnya.

Baca juga:  Wanita Ditemukan Mengambang di Surade

 

Ia berharap dukungan sarana dan prasarana persampahan ke depan dapat terus ditingkatkan, terutama penambahan armada pengangkut. Dengan demikian, jangkauan pelayanan kebersihan dapat semakin luas dan penanganan sampah di wilayah Pajampangan bisa dilakukan lebih optimal.

 

“Harapannya tentu armada bisa bertambah. Dengan wilayah yang luas, tambahan armada akan sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Aluh.

 

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan nyaman, sejalan dengan visi Sukabumi Mubarakah. (adv).

Pos terkait