Status WhatsApp Jadi Penyebab Hilangnya Nyawa Pipit Rosita Warga Kota Sukabumi

Keluarga saat berziarah dan memanjatkan doa di Makam Almarhummah Pipit Rosita.[foto: istimewa/tangkapan layar]

LINGKARPENA.ID | Perselisihan yang diduga menjadi pemicu kesalahpahaman atas unggahan status WhatsApp dan berujung petaka bagi sebuah keluarga di Kampung Balandongan, RT 03/RW 03, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Keributan yang berlangsung pada Rabu (2/9/2026) tersebut tidak hanya menyisakan persoalan hukum. Bahkan menjadi duka patal bagi Pipit Rosita. Ia meninggal dunia seusai kondisi kesehatannya memburuk ketika berada di tengah pertengkaran.

Peristiwa itu bermula dari unggahan status WhatsApp yang dibuat oleh Nicka Sri Rahayu. Menurut pihak keluarga, status tersebut merupakan ungkapan pribadi dan tidak secara khusus ditujukan kepada pihak tertentu.

Namun, unggahan itu diduga menimbulkan salah persepsi di kalangan keluarga mantan suami Nicka (pembuat status WA). Persoalan kemudian berkembang hingga berujung kedatangan saudari Yeti, mantan kakak ipar Nicka, ke rumah keluarga Nicka di Balandongan bersama dua anaknya yaitu Tami dan Akmal.

Baca juga:  Longsoran Tanah Timpa Rumah di Parakansalak

Saat rombongan tiba di Balandongan, Nicka diketahui sedang tidak berada di rumah. Perselisihan kemudian terjadi dengan kedua orang tua Nicka, yaitu Cecep Edy Sudrajat dan Pipit Rosita.

Situasi yang awalnya berupa pertengkaran verbal disebut semakin memanas. Di tengah kejadian tersebut, anak Nicka yang masih kecil, Clara, diduga menjadi korban kekerasan setelah ditampar oleh Tami.

Akibat kejadian itu, Clara disebut mengalami rasa sakit pada bagian pipinya. Pihak keluarga juga menyebut peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis atau trauma terhadap anak tersebut.

Kondisi Kesehatan Pipit Memburuk

Keributan yang terjadi di rumah tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Pipit Rosita. Terlebih, berdasarkan keterangan keluarga, Pipit sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung.

Ketika situasi semakin gaduh dan melihat cucunya berada dalam kondisi tersebut, kesehatan Pipit tiba-tiba menurun. Ia kemudian dilaporkan jatuh pingsan.

Baca juga:  Hindari Lubang, Pemotor Tewas Terlindas Mobil di Jalan Raya Purabaya-Sagaranten

Warga yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi. Ketua RT setempat disebut turut berada di tempat kejadian dan menyaksikan kondisi Pipit, sementara Ketua RW datang setelah situasi mulai mereda.

Meski sempat mendapat pertolongan, kondisi Pipit terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Keluarga kemudian mengambil langkah hukum atas rangkaian peristiwa yang terjadi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membawa Clara ke RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut untuk menjalani pemeriksaan dan visum et repertum.

Visum tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya keluarga melengkapi bukti terkait dugaan penganiayaan terhadap Clara yang masih berusia anak-anak.

Dilaporkan ke Polisi

Persoalan tersebut selanjutnya dibawa ke ranah hukum dengan laporan kepada Polsek Baros. Keluarga berharap aparat dapat mengusut secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan Clara diduga mengalami kekerasan serta meninggalnya Pipit setelah jatuh pingsan dalam kejadian tersebut.

Baca juga:  SAR Gabungan Temukan Nelayan Surade Meninggal Dunia 500 Meter dari Lokasi Kejadian

Kanit/Panit Reskrim Polsek Baros, Iptu Abduh Tadjudin, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian yang berlangsung di wilayah Balandongan pada Rabu (2/9/2026).

Menurut Abduh, sejak awal pihak kepolisian telah mengarahkan keluarga untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Polsek Baros juga telah menerima surat pernyataan awal dari pihak keluarga yang disaksikan oleh unsur RT dan RW setempat.

Dalam penanganannya, Polsek Baros berkoordinasi dengan Polres Sukabumi Kota untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian keluarga korban. Mereka berharap seluruh fakta di balik pertikaian keluarga itu dapat terungkap secara terang, termasuk dugaan kekerasan terhadap Clara serta rangkaian kejadian yang terjadi sebelum Pipit Rosita meninggal dunia.

Keluarga juga berharap proses penanganan perkara dilakukan secara objektif dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terdampak.(*)

Pos terkait