Ketua Umum JTM Ajak Warga Jampang Bersatu, Hadapi Tantangan Zaman dan Selamatkan Generasi Muda

H. Hendra Permana (Ketum JTM) saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Poskab Sapu Jagat Pajampangan, Selasa (8/9) malam.[Foto: Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM), H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., mengajak seluruh warga Jampang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama menghadapi berbagai persoalan sosial yang kini semakin kompleks.

 

Pesan tersebut disampaikan Hendra saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Padepokan Poskab Sapu Jagat Pajampangan, Kampung Pasirpulus, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/9/2026) malam.

 

Hendra hadir bersama jajaran pengurus DPP JTM. Kehadirannya juga memiliki kedekatan tersendiri dengan kegiatan tersebut, mengingat Ketua Poskab Sapu Jagat Pajampangan, Ustad Yudi Pratama, merupakan Panglima di Paguyuban Jampang Tandang Makalangan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hendra didaulat memberikan sambutan di hadapan para jamaah dan tamu undangan.

 

Mengawali sambutannya, Hendra mengajak seluruh umat Islam yang hadir untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

 

“Sebagai umat Islam, mudah-mudahan kehadiran kita semua malam ini dicatat sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita mendapatkan poin penting sehingga kita bisa bertemu di surganya Allah SWT. Amin,” ujar Hendra.

 

Hendra kemudian menceritakan perjalanan dirinya yang telah aktif dalam berbagai organisasi sejak usia remaja. Hingga kini, di usianya yang telah lebih dari 50 tahun, ia masih aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kepemudaan.

Baca juga:  Wabup Sukabumi Serap Aspirasi Warga Simpenan dalam Muhibah Ramadan 1447 H

 

Dari perjalanan tersebut, Hendra mengaku semakin memahami besarnya potensi masyarakat Jampang. Menurutnya, warga Jampang memiliki kemampuan dan daya juang yang tidak kalah dengan masyarakat dari daerah lainnya.

 

“Ketika saya kembali ke Jampang, ternyata saya melihat bahwa Jampang memiliki potensi dan kekuatan yang luar biasa. Jampang begitu besar, begitu kuat, dan begitu hebat,” katanya.

 

Hendra menilai banyak putra-putri Jampang yang berhasil meniti karier di berbagai daerah, khususnya di perkotaan. Mereka bahkan mampu menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor lainnya.

 

“Alhamdulillah, bahkan ada orang Jampang yang berhasil menjadi orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi, yaitu menjadi bupati. Hari ini pun banyak kepala dinas dan pejabat di berbagai tingkatan yang berasal dari Jampang,” ungkapnya.

 

Namun, di balik berbagai keberhasilan tersebut, Hendra menyampaikan satu hal yang menurutnya perlu menjadi bahan renungan bersama, yakni bagaimana membangun kepedulian dan ikatan yang lebih kuat antara warga Jampang yang telah berhasil di perantauan dengan tanah kelahirannya.

 

Ia berharap keberhasilan warga Jampang di berbagai daerah tidak membuat mereka melupakan kampung halaman.

 

Menurut Hendra, selama ini masyarakat Jampang juga tersebar dalam berbagai organisasi dengan latar belakang dan warna yang berbeda. Kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling berhadapan, melainkan dapat menjadi kekuatan apabila disatukan dalam semangat persaudaraan.

Baca juga:  Resmikan Masjid Al-Haesuni, Bupati Sukabumi: Masjid Sebagai Pusat Peradaban

 

Karena itulah, menurutnya, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan hadir sebagai ruang bersama bagi warga Jampang.

 

“Paguyuban ini menjadi tempat berkumpul, tempat bercengkerama, tempat berdiskusi dan bersilaturahmi bagi seluruh orang Jampang. Apa pun latar belakangnya, apa pun organisasinya, apa pun warnanya—merah, biru, hijau, kuning dan sebagainya—selama mengaku sebagai orang Jampang, mari kita bersatu dalam satu wadah,” tegasnya.

 

Hendra menegaskan, keberadaan JTM bukan untuk mempertentangkan satu organisasi dengan organisasi lainnya. Sebaliknya, paguyuban diharapkan menjadi jembatan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Jampang.

 

Terlebih, menurutnya, Jampang memiliki berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan pemikiran bersama.

 

Salah satunya adalah persoalan sosial yang semakin kompleks, termasuk penyalahgunaan narkoba, degradasi moral, serta tantangan terhadap budaya lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

 

“Narkoba sudah merajalela di tengah-tengah kita, bahkan di sekitar lingkungan anak-anak kita,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti semakin kuatnya pengaruh budaya luar terhadap generasi muda. Menurutnya, anak-anak saat ini terkadang justru lebih mengenal budaya dari daerah atau bangsa lain dibandingkan budaya yang diwariskan para leluhur.

Baca juga:  Momen Hari Santri Nasional, Baznas Kota Sukabumi Salurkan Bantuan kepada Para Guru

 

“Ini merupakan sesuatu yang cukup memprihatinkan. Kita juga menghadapi persoalan disintegrasi budaya,” katanya.

 

Hendra mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membuat berbagai pengaruh dapat masuk ke kehidupan anak-anak tanpa batas.

 

Karena itu, ia mengajak para orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter kepada lembaga formal. Pendampingan keluarga dan lingkungan sosial dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus.

 

“Sebagai orang tua, kita tentu harus memiliki perhatian yang lebih besar. Kita harus mampu mendampingi dan memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan arah di tengah derasnya perkembangan zaman,” pungkasnya.

 

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Hendra berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Jampang.

 

Ia menilai, perbedaan latar belakang, organisasi maupun profesi seharusnya menjadi kekayaan yang dapat disatukan untuk membangun Jampang, bukan menjadi sekat yang memecah persaudaraan.

 

“Jampang harus bersatu, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan bersama-sama memikirkan masa depan Jampang serta generasi penerusnya,” tandas Hendra.

 

Pos terkait