Rumah Dani-Sopiah Memprihatinkan, Pemdes Cijulang Cari Solusi Perbaikan

Beginilah kondisi rumah Dani-Sopiah warga Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah-Sukabumi, sangat memprihatinkan.[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, tengah mencari solusi untuk membantu memperbaiki rumah milik pasangan Dani (57) dan Sopiah (50) yang berada di Kampung Citeureup RT 020/RW 005.

 

Kondisi tempat tinggal pasangan tersebut menjadi perhatian karena terdapat bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Salah satunya bagian atap dapur yang pernah mengalami kebocoran.

 

Sekretaris Desa Cijulang, Acep, mengatakan persoalan rumah Dani sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah desa sejak beberapa tahun terakhir. Nama Dani bahkan sudah beberapa kali diajukan sebagai calon penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

 

Menurut Acep, pengusulan tersebut telah dilakukan sejak 2023. Pemerintah desa kembali mengupayakan bantuan melalui program lain, termasuk jalur aspirasi. Namun, proses tersebut belum membuahkan hasil karena nama Dani tidak lolos dalam tahapan verifikasi.

Baca juga:  Bakti Sosial Dinas PU Kab Sukabumi, Bedah Rumah Warga Kecamatan Nagrak

 

“Pak Dani itu sudah kami usulkan sejak 2023. Kemudian ada juga program dari aspirasi, namanya sudah diverifikasi, tetapi hasilnya belum lolos,” kata Acep saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

 

Kondisi tersebut membuat pemerintah desa belum dapat melakukan pembangunan menggunakan anggaran desa. Acep menjelaskan, dalam struktur anggaran Desa Cijulang tahun 2026 tidak tersedia alokasi khusus untuk pembangunan rutilahu.

 

“Untuk anggaran desa tahun 2026, memang tidak tersisihkan satu unit untuk rutilahu, termasuk pembangunan fisik lainnya,” ujarnya.

 

Di sisi lain, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pemerintah desa, rumah tersebut disebut tidak selalu ditempati Dani bersama keluarganya. Dani diketahui lebih sering tinggal atau menginap di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal tersebut.

Baca juga:  Miris, Istri Pergi dengan Lelaki lain Ato Hidup Mengurus Dua Anak

 

Meski begitu, pemerintah desa tetap memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan tersebut. Acep memastikan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan perangkat kewilayahan untuk melihat kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan.

 

Langkah awal yang akan ditempuh yakni berkoordinasi dengan ketua RT dan kepala dusun. Apabila memungkinkan, perbaikan dapat dilakukan melalui gotong royong atau swadaya masyarakat.

 

“Dari desa akan kami koordinasikan dulu dengan RT dan kepala dusun. Kalau memang bisa diswadayakan, insyaallah akan kami upayakan,” tuturnya.

 

Acep menambahkan, pemerintah desa juga tidak menutup kemungkinan kembali mengusulkan keluarga Dani melalui program bantuan dari pemerintah maupun jalur aspirasi lainnya.

Baca juga:  Tanam 63.672 Pohon Bersama Pangkostrad, Ini Pesan Kapolres Sukabumi

 

Ia menegaskan, belum terealisasinya bantuan bukan berarti pemerintah desa mengabaikan kondisi keluarga tersebut. Proses pengajuan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan sumber anggaran dan ketentuan penerima manfaat.

 

“Kami sudah memfasilitasi dari awal. Hanya saja memang kembali kepada proses dan hasil verifikasi. Kami akan terus mencari aspirasi atau sumber bantuan lain yang memungkinkan,” katanya.

 

Sementara itu, persoalan rumah tidak layak huni bukan hanya terjadi pada satu keluarga di Desa Cijulang. Pemerintah desa masih melakukan pemutakhiran data untuk mengetahui jumlah rumah yang membutuhkan penanganan.

 

Acep berharap adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya sehingga warga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh bantuan perbaikan tempat tinggal sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pos terkait