Panen PM AAS Tembus 13,2 Ton per Hektare, Sukabumi Pacu Modernisasi dan Ketahanan Pangan

LINGKARPENA.ID | Produktivitas pertanian Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan melalui penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM AAS). Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produksi pangan di tengah keterbatasan luas lahan sawah yang dimiliki Kota Sukabumi.

 

Panen perdana demplot penerapan PM AAS di Kelompok Tani Harum Mekarsari, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Rabu (14/10/2026), mencapai hasil 13,2 ton per hektare. Capaian tersebut melampaui potensi produktivitas awal yang diperkirakan berada pada kisaran 10–12 ton per hektare.

 

Hasil panen tersebut menunjukkan adanya peluang peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi dan inovasi dalam sistem budidaya pertanian. Di tengah keterbatasan lahan sawah Kota Sukabumi yang luasnya sekitar 1.030 hektare, peningkatan produktivitas menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat produksi pangan lokal.

Baca juga:  Setukpa Lemdiklat Polri Gelar Festival Kirab Warna Kemerdekaan RI ke 78

 

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan. Menurutnya, diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi, inovasi budidaya, serta pendampingan kepada petani.

 

“Kita tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan, tetapi juga perlu meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi, inovasi budidaya, dan pendampingan kepada petani,” tegas Bobby Maulana.

 

Penerapan PM AAS menjadi salah satu inovasi yang mengintegrasikan teknologi, data, dan pengelolaan presisi dalam proses budidaya. Metode ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanian sehingga produktivitas dapat ditingkatkan secara terukur.

 

BRMP Kementerian Pertanian, M. Thamrin, menjelaskan bahwa PM AAS mengintegrasikan teknologi, data, dan pengelolaan presisi melalui sejumlah pendekatan dalam proses budidaya tanaman. Pendekatan tersebut meliputi pengaturan populasi tanaman, tanam benih langsung, mekanisasi, pengelolaan air, pemupukan spesifik lokasi, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Baca juga:  Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Teras Rumah Warga

 

Integrasi berbagai pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan dan mendukung pencapaian hasil pertanian yang lebih optimal. Penerapan teknologi dan pengelolaan presisi juga menjadi bagian penting dalam mendorong modernisasi pertanian di wilayah perkotaan.

 

Namun, keberhasilan inovasi pertanian tidak hanya dilihat dari tingginya hasil panen. Aspek ekonomi dan keberlanjutan usaha tani juga menjadi perhatian dalam pengembangan metode tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para petani.

 

Bobby Maulana menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari tingginya hasil panen, tetapi juga manfaat ekonomi dan keberlanjutan usaha tani. Oleh karena itu, evaluasi terhadap produktivitas, biaya produksi, dan pendapatan petani menjadi dasar penting dalam menentukan pengembangan metode PM AAS ke kelompok tani lainnya.

Baca juga:  Tolak RUU Penyiaran, Ratusan Jurnalis Sukabumi Kepung Pemkot dan DPRD

 

Evaluasi tersebut diperlukan agar penerapan inovasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha yang dijalankan petani.

 

Pengembangan PM AAS ke kelompok tani lainnya diharapkan dapat memperluas penerapan modernisasi pertanian di Kota Sukabumi. Dengan pendekatan berbasis teknologi, inovasi budidaya, dan pendampingan, upaya peningkatan produktivitas diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Capaian panen perdana sebesar 13,2 ton per hektare menjadi salah satu hasil yang dapat dijadikan bahan evaluasi dalam pengembangan metode tersebut. Selanjutnya, evaluasi produktivitas, biaya produksi, dan pendapatan petani menjadi landasan untuk memastikan bahwa modernisasi pertanian memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sektor pertanian Kota Sukabumi.

Pos terkait