SUKABUMI – Penantian panjang masyarakat akhirnya mendekati titik akhir. Pembangunan lanjutan Masjid Al-Afghani atau yang akrab dikenal sebagai Masjid Cisayar di Kampung Cisayar RT 07/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, hingga awal November 2026 telah mencapai sekitar 85 persen.
Masjid yang sempat mangkrak bertahun-tahun ini kini kembali bergeliat. Suara palu, mesin molen, dan aktivitas puluhan pekerja menjadi pemandangan setiap hari di lokasi yang selama ini dirindukan umat.
Pembangunan dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.548.156.634.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Demi Karya. Kontrak dimulai pada 28 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan selama empat bulan dan ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Pelaksana CV Demi Karya, Ruli Ramdani, kepada MediaAksara mengatakan pengerjaan sejauh ini berjalan lancar dan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Alhamdulillah, pengerjaan berjalan lancar. Dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, pembangunan dimulai sejak Agustus. Mudah-mudahan bisa segera selesai sesuai kontrak, yakni 25 Desember 2026,” ujar Ruli saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, selama proyek melibatkan hampir 30 pekerja, sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Nyalindung dan sekitarnya. Selain membangun masjid, proyek ini juga menggerakkan ekonomi warga lokal.
“Jumlah tenaga kerja nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan seiring memasuki tahap penyelesaian,” tambahnya.
Terkait kendala, Ruli mengakui faktor cuaca, khususnya hujan, menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan pekerjaan. Untuk mengantisipasinya, pihak pelaksana mengatur pekerjaan secara bergantian antara bagian luar dan dalam bangunan.
“Kalau cuaca memungkinkan, pekerjaan bagian luar kami prioritaskan. Namun, ketika hujan turun, pekerjaan dialihkan ke bagian dalam masjid,” jelasnya di hadapan pekerja.
Selain cuaca, pada tahap awal pengerjaan pihaknya sempat menghadapi kendala pasokan air. Namun, persoalan kini telah teratasi setelah tersedia sumur bor di lokasi proyek.
Ruli juga menyampaikan tim pengawas dari Disperkim secara rutin melakukan monitoring ke lapangan, termasuk memberikan sejumlah catatan perbaikan terhadap pekerjaan.
“Pengawasan dari dinas biasanya dilakukan setiap minggu. Mereka datang monitoring dan memberikan catatan apabila ada bagian pekerjaan yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Diketahui pembangunan Masjid Al-Afghani sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena proses awal sejak peletakan batu pertama oleh Bupati Sukabumi saat dijabat Marwan Hamami, pada Agustus 2020*. Namun, pembangunan masjid belum juga rampung dalam beberapa tahun berikutnya.
Pada 2026, pembangunan kembali dilanjutkan melalui komitmen kepemimpinan Bupati Sukabumi Asep Japar..
Kelanjutan pembangunan sarana umat ini diharapkan dapat menuntaskan fasilitas ibadah yang telah lama dinantikan masyarakat, sekaligus menjadikan Masjid Cisayar sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kecamatan Nyalindung, serta wilayah V Kabupaten Sukabumi pada umumnya.
Dengan progres yang telah mencapai sekitar 85 persen, penyelesaian pembangunan sesuai target Desember 2026 kini menjadi harapan besar masyarakat agar masjid tersebut segera dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan umat.
Dari penantian 6 tahun, kini tinggal 15 persen lagi menuju azan pertama di Masjid Al-Afghani Cisayar.