SUKABUMI – Sejumlah titik kerusakan di ruas Jalan Nasional Kiaradua–Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025, kini mulai mendapatkan penanganan perbaikan.
Salah satu lokasi yang tengah dikerjakan berada di Kampung Cikarang, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran. Di titik tersebut, penanganan dilakukan dengan metode pengikisan tebing untuk memperlebar badan jalan yang sebelumnya mengalami longsor.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (3/11/2026), sejumlah alat berat tampak beroperasi melakukan pengerjaan pengikisan tebing. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas badan jalan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Metode pengikisan tebing dipilih sebagai solusi penanganan karena kondisi lokasi berada di kawasan tebing yang cukup curam. Dengan kondisi tersebut, memperlebar badan jalan melalui pengikisan tebing dinilai menjadi alternatif yang lebih memungkinkan dibandingkan hanya menutup bagian bekas longsoran.
Sementara itu, pada sejumlah titik kerusakan lainnya, penanganan dilakukan melalui pengecoran menggunakan material semen untuk memperkuat bagian badan jalan yang terdampak longsor.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur penghubung menuju wilayah Pajampangan tersebut.
Terlebih, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), volume kendaraan di ruas Kiaradua–Jampangkulon diperkirakan meningkat. Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan kendaraan yang menuju kawasan Pajampangan.
Langkah perbaikan ini pun mendapat respons positif dari para pengguna jalan. Salah satunya Wahyu (47), pengemudi yang mengaku hampir setiap pekan melintasi ruas jalan tersebut.
Ia mengapresiasi dimulainya perbaikan, mengingat kondisi jalan yang sebelumnya terdampak longsor cukup mengganggu kenyamanan perjalanan.
“Saya sangat mengapresiasi adanya perbaikan ini. Karena hampir setiap minggu saya melewati jalur ini. Kondisi jalan yang sebelumnya longsor tentu membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati. Mudah-mudahan setelah diperbaiki, jalannya semakin lebar, aman, dan nyaman dilalui,” ujar Wahyu.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat penting, terutama untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang libur akhir tahun. Pasalnya, arus kendaraan menuju wilayah Pajampangan kerap mengalami peningkatan, khususnya saat musim liburan.
Dengan adanya penanganan di sejumlah titik kerusakan tersebut, masyarakat berharap kondisi Jalan Nasional Kiaradua–Jampangkulon semakin baik, sehingga dapat menunjang aktivitas perekonomian, mobilitas warga, serta kelancaran perjalanan menuju berbagai wilayah di selatan Kabupaten Sukabumi.