SUKABUMI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0607/Kota Sukabumi kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengentasan keterisolasian wilayah. TNI Angkatan Darat secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Cipalasari Tahap VII, Selasa (3/11/2026).
Jembatan ini menjadi urat nadi baru yang menghubungkan dua kecamatan dan mengakhiri riwayat penyeberangan berbahaya berbahan bambu yang selama ini membebani aktivitas warga.
Dibangun membentang sepanjang 27 meter dengan lebar 1,20 meter di atas Sungai Cipalasari, infrastruktur ini secara langsung menghubungkan Kampung Anggayuda, Kelurahan Cibadak, dengan Kampung Sundawenang, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.
Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Beny Syafri, menyatakan bahwa Jembatan Cipalasari merupakan jembatan ketujuh yang dibangun di wilayah jajarannya. Menurut dia, kehadiran TNI harus selalu menjadi solusi atas kesulitan rakyat.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat mampu menghasilkan manfaat besar. Kami akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan prioritas masyarakat,” ujar Beny dalam sambutannya di Kampung Anggayuda, RT 03/RW 11.
Ia juga mengimbau warga untuk menjadikan jembatan ini sebagai aset bersama yang wajib dijaga dan dirawat, agar manfaatnya dapat dinikmati hingga generasi mendatang.
Dari Bambu ke Infrastruktur Kokoh
Bagi warga setempat, peresmian ini adalah momen yang lama dinantikan. Tokoh masyarakat Kampung Anggayuda, Amir Syarifuddin, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya melihat fasilitas penyeberangan yang kini jauh lebih aman.
“Dahulu jembatan ini kami bangun swadaya menggunakan bambu gombong seadanya. Alhamdulillah, sekarang yang dulunya hanya bambu, kini berdiri megah dan kokoh. Kami sangat berterima kasih kepada TNI AD,” ucap Amir.
Amir berharap, hilangnya rasa kekhawatiran warga saat menyeberang sungai dapat memperlancar mobilitas, khususnya bagi anak-anak yang bersekolah dan warga yang beraktivitas ekonomi.
Senada dengan hal tersebut, Camat Cibadak, Mulyadi, menyambut baik inisiatif TNI AD ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam merawat infrastruktur yang telah dibangun agar berdampak berkelanjutan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan program kolaborasi TNI AD yang bertujuan membuka isolasi wilayah, mendongkrak konektivitas antardesa, serta menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal.
Turut hadir dalam peresmian tersebut, jajaran Forkopimca Cibadak dan Parungkuda, kepala desa, Bhabinkamtibmas, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pemotongan pita tanda beroperasinya jembatan gantung tersebut. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib dan kondusif.






