LINGKARPENA.ID | Wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, diguncang oleh bencana alam berupa angin kencang disertai hujan es pada Minggu sore, (5/10 ). Kejadian yang dipicu oleh curah hujan ekstrem ini menimbulkan kerusakan signifikan di dua desa utama, yakni Desa Bojonggaling dan Desa Berekah, dengan dampak yang meliputi pohon tumbang, kerusakan rumah, dan gangguan akses jalan.
Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) Pencegahan dan Bencana (PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, situasi darurat ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak untuk meminimalkan risiko lanjutan.
“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di tengah cuaca yang tiba-tiba memburuk akibat curah hujan ekstrem yang sering menjadi pemicu bencana di wilayah Sukabumi,” ujar Erni, P2BK Bojonggengeng.
Menurut laporan pemantauan BPBD, angin kencang yang menerpa wilayah tersebut tidak hanya merobohkan pohon-pohon besar, tetapi juga menyebabkan hujan es yang jarang terjadi, memperburuk kondisi lingkungan setempat. Lokasi terdampak utama mencakup beberapa RT di Desa Bojonggling, seperti RT 17, 18, 22, 24, dan 20, serta Desa Berekah dengan RT 01, 06, 10, 11, 12, 13, 14, 15 dan 26.
“Daerah-dataran tinggi seperti Kampung Cikubang, Sangkali, Parigi, Pasir Haur, Cimanggu, dan Berekah menjadi pusat kerusakan, di mana infrastruktur dasar seperti jalan desa dan bangunan rumah tangga mengalami gangguan parah. Dampak dari bencana ini terasa luas dan menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambah Erni.
Di Desa Bojonggling, setidaknya empat lokasi jalan desa tertutup pohon tumbang, yaitu di Kp Cikubang RT 20, Sangkali RT 22, Kp Parigi RT 18, dan Kp Pasir Haur RT 23. Hal ini sempat menghambat mobilitas warga dan akses darurat, meskipun tim penanganan telah berhasil membersihkan sebagian besarnya. Lebih lanjut, kerusakan pada bangunan mencakup puluhan rumah dan fasilitas umum. Di Kp Cimanggu RT 27, dua rumah milik warga masing masing milik Kodang dan Kakan mengalami kerusakan berat, sementara di RT 28, RT 15 (termasuk milik Dayat dan Atisah), RT 21 (Iroh dan Ust Kamal), serta satu musala rusak parah.
Di Kp Parigi, rumah-rumah milik Ibu Siti, Wandi, Ujang (RT 17), Mamad, Emin, Rahman, Dinah, Enah, Sarah, Cucun (RT 18), dan Bapak Epul (RT 24) juga terdampak angin kencang yang merobek atap dan dinding.Puncak dampak terlihat di Kampung Berekah, di mana menurut laporan Kepala Desa setempat, sebanyak 52 rumah warga mengalami kerusakan dengan rincian: 12 rumah rusak berat 19, rumah rusak sedang, dan 21 rumah rusak ringan (R).
” Meskipun data korban terancam belum dilaporkan secara rinci, proses pendataan pengungsi masih berlangsung, menandakan potensi perpindahan sementara bagi keluarga yang rumahnya tidak layak huni, ” pungkas Erni
Kerugian material secara keseluruhan masih dalam kajian mendalam, tetapi kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi terpal untuk penutup darurat dan bahan material bangunan untuk perbaikan cepat. Kondisi saat ini relatif stabil, dengan pohon-pohon yang menutupi jalan desa, setapak, dan rumah sudah ditangani.






