Pasca Kebanjiran, Bupati Sukabumi Tinjau Puskesmas Palabuhanratu, Jembatan Akan Dibongkar

Senin (25/5) sore Bupati Sukabumi Asep Japar didampingi Kasatpol PP dan Kadis Kesehatan, saat meninjau lokasi Puskesmas pasca kebanjiran Minggu (24/5) kemarin.

LINGKARPENA.ID | Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau langsung kondisi Gedung Puskesmas Palabuhanratu di Kampung Cangehgar, Kelurahan dan Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (25/5/2026), pascabanjir yang merendam fasilitas pelayanan kesehatan tersebut sehari sebelumnya.

 

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alwi, Kasat Pol PP Deni Yudono, serta sejumlah pejabat lainnya.

 

Pantauan di lokasi, lumpur masih memenuhi sejumlah ruangan pelayanan. Petugas gabungan bersama Damkar tampak melakukan pembersihan pascabanjir yang merusak fasilitas puskesmas.

 

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, banjir yang merendam Puskesmas Palabuhanratu diduga dipicu meluapnya aliran sungai di sekitar lokasi, diperparah kondisi jembatan yang terlalu rendah sehingga menghambat aliran air.

Baca juga:  Kampung Kaum Kidul Karangtengah Hidupkan "Perelek" Cek Program Hebatnya

 

“Hari ini saya sedang melakukan monitoring sarana Puskesmas Palabuhanratu yang terdampak banjir. Air menggenangi ruangan, bahkan lumpur masuk cukup banyak sehingga pelayanan kesehatan sementara tidak bisa berjalan,” ujar Asep Japar kepada wartawan di lokasi.

 

Menurutnya, keberadaan jembatan di depan puskesmas menjadi salah satu penyebab air meluap dan masuk ke area pelayanan kesehatan hingga permukiman warga.

 

“Akibat jembatan yang kurang tinggi, aliran air berbalik masuk ke puskesmas dan meluber ke perkampungan. Insyaallah hari ini juga akan kami bongkar karena itu menjadi salah satu penyebab utama banjir,” tegasnya.

 

Asep memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan agar pelayanan kesehatan bisa kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga:  Bappelitbangda Lakukan Pembekalan Survei dan Observasi RSCA

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Palabuhanratu Ade Kartini Tresnawati mengatakan, untuk sementara pelayanan kesehatan dialihkan ke Pustu Citepus karena kondisi gedung belum memungkinkan digunakan.

 

“Pelayanan sementara kami alihkan ke Pustu Citepus karena kondisi puskesmas saat ini belum layak digunakan. Alhamdulillah tadi pagi sudah dikunjungi Pak Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, dan pejabat lainnya,” kata Ade kepada lingkarpena. id, Senin ( 25/5/2026 ).

 

Ia juga mengapresiasi bantuan petugas pemadam kebakaran yang ikut membantu proses pembersihan lumpur di area puskesmas.

 

“Pembersihan dibantu Damkar dan rencananya jembatan di depan puskesmas akan dibongkar lalu ditinggikan supaya aliran air lebih lancar,” tambahnya.

Baca juga:  Ingin Tau Sensasi Durian Lokal Sukabumi, Datang Besok ke Festival Durian

 

Diketahui, banjir merendam Gedung Puskesmas Palabuhanratu pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Luapan sungai di sekitar lokasi menyebabkan seluruh ruangan pelayanan kesehatan terendam hingga setinggi sekitar satu meter atau setara dada orang dewasa.

 

Selain tingginya curah hujan, kondisi aliran sungai yang sempit dan dangkal diduga menjadi faktor utama meluapnya air. Akibat kejadian itu, sejumlah peralatan elektronik, dokumen penting, serta perlengkapan medis dilaporkan ikut terendam bahkan hanyut terbawa arus di dalam gedung.

Pos terkait