Bappelitbangda Terima Kunker Kemenko PMK, Monev Indek IMM

Bappelitbangda saat menggelar pertemuan dengan pihak Kemenko PMK di Kantor Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/9/25).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pemerintah pusat, melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada 10 September 2025 melakukan kunjungan kerja strategis ke kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi.

Kunjungan ini memiliki fokus utama pada kegiatan monitoring dan evaluasi Indeks Modal Manusia (IMM) daerah. Kegiatan penting ini diselenggarakan di Ruang Rapat Bappelitbangda dan bertujuan untuk meninjau secara mendalam capaian yang telah diraih serta merumuskan strategi-strategi baru guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Sukabumi.

IMM sendiri merupakan sebuah indikator krusial yang berfungsi untuk mengukur potensi produktivitas penduduk suatu daerah, dengan menyoroti secara spesifik aspek-aspek vital seperti kesehatan dan pendidikan.

Baca juga:  Danlanal Bandung Respon Cepat Bencana di Kabupaten Sukabumi

Yuki Ramdan Priana, S.STP., MAP, selaku Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan monitoring IMM ini bukan hanya sekadar evaluasi statistik atau angka-angka belaka.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa momentum ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat arah pembangunan manusia secara holistik dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Menurut Yuki, monitoring IMM diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, memetakan potensi dan peluang yang ada, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret untuk terus meningkatkan kualitas SDM di Sukabumi agar menjadi lebih baik.

Baca juga:  Bappelitbangda Sukabumi Terima Kunjungan Kemenko PMK, Bahas Indeks Modal Manusia

Lebih lanjut, Yuki Ramdan Priana menambahkan bahwa kehadiran tim Kemenko PMK dalam kunjungan ini telah membuka ruang diskusi yang sangat konstruktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sinergi dan kolaborasi yang terjalin ini dinilai sangat penting dan vital dalam upaya mempercepat pembangunan SDM yang tidak hanya unggul dan sehat, tetapi juga mampu bersaing secara kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.

Ia juga menyoroti bahwa peningkatan kualitas manusia merupakan bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif berlipat ganda.

Baca juga:  Bupati Sambut Kunjungan dan Dukung Program BNNK

“SDM yang sehat dan berpendidikan akan menjadi lokomotif penggerak produktivitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tutur Yuki.

Di akhir pernyataannya, Yuki Ramdan Priana dengan tegas menyatakan bahwa hasil dari monitoring IMM ini akan menjadi acuan dan dasar yang kuat dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, yang merupakan dua pilar utama dalam pembangunan manusia.

“Kami, pemerintah Kabupaten Sukabumi, berkomitmen penuh untuk menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama dalam seluruh agenda pembangunan daerah. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakatnya,” pungkasnya.

Pos terkait