LINGKARPENA.ID | Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (8/9/2025). Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bappelitbangda itu fokus pada Monitoring dan Evaluasi (Monev) Indeks Modal Manusia (IMM).
IMM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur potensi produktivitas penduduk, terutama dari aspek kesehatan dan pendidikan. Dua faktor itu dinilai menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas, unggul, dan berdaya saing yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Aep Najmudin, menyebut kegiatan ini memiliki arti strategis. Selain sebagai ajang menilai capaian pembangunan manusia, Monev IMM juga membantu pemerintah daerah mengidentifikasi tantangan sekaligus merumuskan langkah konkret untuk memperkuat pembangunan SDM.
“Melalui monitoring dan evaluasi IMM, diharapkan bisa teridentifikasi tantangan, peluang, serta langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan. Kehadiran tim Kemenko PMK juga menjadi wadah diskusi serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat komunikasi pusat-daerah agar program pembangunan manusia lebih efektif, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan dukungan Kemenko PMK, Bappelitbangda optimistis pembangunan manusia di Sukabumi akan semakin kuat, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Reporter : Rijal
Editor : Redaksi






