Kendala Cuaca dan Kerusakan Komponen Hambat Proyek Jembatan Tegaldatar, Pengiriman Girder Ditargetkan Akhir Mei

Unsur Forkopimcam Lengkong saat monitoring ke lokasi pembangunan Jembatan Tegaldatar.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Pembangunan Jembatan Tegaldatar di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi yang sempat menuai sorotan publik akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak pelaksana. Dalam pertemuan bersama unsur forkopincam dan para pemangku kepentingan, vendor proyek memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan pekerjaan mengalami keterlambatan.

 

Perwakilan pelaksana dari PT Dua Tunggal Teknik, Musjianto, menegaskan bahwa persoalan yang muncul di lapangan bukan semata karena kelalaian, melainkan dipicu oleh kendala teknis serta perbedaan persepsi di masyarakat terkait sistem pengerjaan proyek.

 

“Informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya tepat. Ini bukan proyek pemerintah, melainkan proyek swasta dengan mekanisme kerja yang berbeda, sehingga sempat terjadi miskomunikasi,” jelasnya saat ditemui usai rapat di Aula Kecamatan Lengkong, Rabu (29/4/2026).

 

Baca juga:  Pemeliharaan Jaringan Listrik Tanpa Padam PLN Optimalkan Tim PDKB   

Ia mengungkapkan, proyek yang semula ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan itu harus menghadapi hambatan tak terduga. Selain faktor cuaca ekstrem, tim teknis juga menemukan adanya kerusakan pada dua komponen utama jembatan yang tidak bisa lagi digunakan.

 

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada bagian penting yang rusak. Itu tidak bisa dipaksakan, sehingga harus diganti dengan komponen baru,” ujarnya.

 

Sebelum keputusan penggantian diambil, seluruh bagian jembatan terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan oleh konsultan teknis. Hasil evaluasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak pemilik proyek sebagai dasar untuk melanjutkan proses produksi material pengganti.

 

“Semuanya melalui tahapan inspeksi. Dari situ baru diputuskan mana yang masih layak dipakai dan mana yang harus diganti,” tambahnya.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi, Janji Bakal Jemput Korban Perdagangan Anak di Papua

 

Saat ini, komponen pengganti berupa girder tengah sedang dalam tahap produksi. Pihak vendor menargetkan material tersebut sudah dapat dikirim ke lokasi proyek pada akhir Mei 2026.

 

“Kalau tidak ada kendala, akhir Mei material sudah sampai. Setelah itu langsung masuk tahap pemasangan,” katanya.

 

Di sisi lain, progres pembangunan di lapangan disebut telah mencapai tahap fondasi. Secara keseluruhan, pekerjaan tersisa sekitar 30 persen sebelum jembatan dapat difungsikan.

 

“Struktur dasar sudah selesai, tinggal penyelesaian akhir. Kurang lebih tersisa 30 persen lagi,” ungkap Musjianto.

 

Terkait pemanfaatan material lama dari jembatan sebelumnya, ia memastikan hanya bagian yang masih memenuhi standar yang akan digunakan kembali. Sementara komponen yang dinilai tidak layak telah disingkirkan dari rencana konstruksi.

Baca juga:  Forkopimcam Lengkong Sambangi Lokasi MD Al-hidayah

 

“Yang masih bagus tentu dimanfaatkan, tapi yang sudah tidak memenuhi standar tidak akan dipakai,” tegasnya.

 

Dalam kesepakatan bersama, sebagian material lama juga akan diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Selain itu, pelaksanaan proyek tetap melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan warga sekitar.

 

“Kami tetap melibatkan masyarakat setempat dalam pengerjaan. Itu bagian dari komitmen kami sejak awal,” ujarnya.

 

Ke depan, pihak pelaksana berharap tidak ada lagi hambatan berarti sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga jembatan setelah nantinya digunakan.

 

“Harapannya jembatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, dijaga bersama, dan kalau ada kerusakan bisa segera dikomunikasikan,” pungkasnya.

Pos terkait