Berawal Jadi Wartawan Kini Rapik Utama Menjadi CEO Media

Foto: Rapik Utama (jurnalis Sukabumi) saat mendapatkan piala penghargaan dari Bupati Marwan Hamami Tahun 2018 lalu.[ dok.istimewa]

LINGKARPENA.ID | Berawal pada tahun 2016 Rapik Utama memulai karirnya menjadi Wartawan. Kisah yang menyeretnya menjadi jurnalis pada saat itu diawali sulitnya mendapat pekerjaan. Sebelumnya ia sudah berupaya mencari lowongan pekerjaan dan berujung buntu, tidak terlintas dalam pikirannya akan menjadi pewarta.

Tepatnnya pada hari selas tanggal 10 mei 2016,  dapat ajakan dari salah satu teman lama bernama Firman. Mengajak bergabung disalah satu media cetak lokal Sukabumi bernama Media Pembahuran Rakyat Indonesia(MPRI).

Rapik Utama berasal dari Kabupaten Sukabumi, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Lahir pada tanggal 28 maret 1979, pedidikan sekolah menengah kejuruan (SMK)  jurusan kelistrikan lulus tahun 1998. Sabtu (17/01/26).

Baca juga:  Jurnalis Sukabumi Galang Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

Sementara itu, Rapik sempat merenung setelah dapat ajakan tersebut. Dia sempat berpikir sejenak dimana dalam benaknya berkata, bagai mana cara menulis berita Hinga rasa campuraduk dalam hati menjadi ragu. Namun temanya Rahmat tetap meberikan semangat dan spirit  berkata,” Tenang lur saya ajari menulis tiga hari saya jamin langsung bisa,” ucapnya.

Dengan semangat ingin medapat pekerjan, Rapik akhirnya lulus melalui proses pendidikan jurnalis selama tiga hari. Langsung medapatkan tatacara menulis berita.  Rapik dimata rekan-rekan sesamanya dipandang memiliki kepribadian yang soleh, hingga mendapat  julukan si soleh. Dia memiliki kalakter dan prilaku ramah dan selalu mengedepankan persodaraan, soleh selalu berpaikaian adat sunda yang melekat sebagai ciri khasnya.

Baca juga:  Bertahan dengan Daun Rebus dan Secangkir Harapan: Kisah Ani di Sudut Jampangtengah

Perjalanan demi perjalanan, sempat juga bergabung dengan organisasi profesi wartawan lokal. Bernama Keluarga Organisasi Wartwan Sukabumi (KOWASI), hingga meduduki jabatan Humas pada tahun 2017.  Pada akhir 2017   mengundurkan diri ditempat Perusahaanya bekerja.

Kemudian dirinya bergabung bernama  tatarsukabumi.id  pada tahun 2018, Setelah ditempat kerja baru beberapa bulan. Langsung mendapatkan penghargaan penganugrahan sebagai wartawan teraktif memberitakan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab), penghargaan diberikan langsung  oleh Bupati  saat itu Marwah Hamami.

Baca juga:  Ketika Pelayan Masyarakat Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Selama tujuh musim bergabung bersama tatarsukabumi.id 2024. Pada pertengahan tahun dirinya mengundurkan diri, dirinya  beralasan ajan membangun kerajaan bisnis media sendiri. Upaya peningkatan kesetaraan hidup yang menuju layak,” ucapnya.

Kini rapik memiliki media online sendiri, menjadi Chief Executive Officer (CEO). dengan nama mediaaksara.id dengan segmentasi umum, memiliki tujuh wartawan hingga tahun 2026. Hingga sekarang kerajaan bisnis medianya berdiri tegak, terus mempertahankan idependen nya.

Pos terkait