Buka Open Tournament Grasstrack Cibayawak, Wabup Sukabumi Dorong Pembinaan Atlet dan Pertumbuhan Ekonomi Desa

Didampingi sejumlah Institusi Wabup Andreas saat membukan open Tournament Grasstrack Cibayawak, Kecamatan Jampangkulon dalam rangka semarak HUT Ke-81 Republik Indonesia.[Foto: Jajang S]

LINGKARPENA.ID | Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas membuka secara langsung Open Tournament Grasstrack di Sirkuit Cibayawak, Kampung Cipanengkas, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke 81 Republik Indonesia tahun 2026 ini menjadi salah satu wadah positif bagi para penghobi olahraga otomotif untuk menyalurkan bakat dan kemampuan sekaligus mendorong munculnya bibit-bibit atlet grasstrack dari Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, H. Andreas mengapresiasi kreativitas masyarakat Desa Bojongsari yang mampu mengembangkan kegiatan olahraga dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga warga sekitar.

Menurutnya, keberadaan sirkuit tidak hanya memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi agenda positif yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Desa Bojongsari.

Baca juga:  Muhibah Ramadan di Masjid Al-Hurriyah, Wabup Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Inilah Lapang Cibayawak yang dijadikan ajang Grasstrack HUT Ke-81 RI tahun 2026 di Jampangkulon.[Foto: Jajang S]
“Mudah-mudahan kegiatan positif ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan bukan hanya hobi, tetapi juga bisa ada pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah Desa Bojongsari,” katanya.

H. Andreas menilai penyelenggaraan Open Tournament Grasstrack Cibayawak merupakan bentuk kreativitas masyarakat yang patut diapresiasi. Terlebih, kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa.

“Ini adalah salah satu bentuk kreativitas warga dan juga kolaborasi antara warga sekitar dengan para tokoh masyarakat, kemudian kepala desa dan yang lainnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan positif ini menjadikan Desa Bojongsari berkah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan grasstrack juga memiliki nilai strategis dalam mengurangi aktivitas balap liar yang selama ini berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun para pelakunya.

Selain menjadi sarana penyaluran hobi, sirkuit tersebut diharapkan dapat menjadi tempat pembinaan bagi para pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan secara terarah dan profesional.

Baca juga:  Hadiri Pelantikan, Ketua DPRD: Igornas Miliki Posisi Strategis Ciptakan Atlet

“Nilai positif dari kegiatan ini, salah satunya selain mengurangi balapan liar, yang kedua di sini juga bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang nanti ke depan bisa mengharumkan nama daerah, baik di Kejurda maupun di Kejurnas,” tegasnya.

Menurut H. Andreas, keberadaan sirkuit juga dapat menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah, khususnya di bidang olahraga sekaligus aktivitas ekonomi.

“Ini salah satu kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dengan lingkungan, di mana potensi wilayah bisa dikembangkan, selain untuk olahraga juga nantinya dapat mendorong aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan turnamen semata. Pengelolaan dan pengembangan sirkuit harus terus dilakukan sehingga mampu menjadi pusat kegiatan olahraga otomotif yang memberikan manfaat berkelanjutan.

“Harapan ke depan, ini salah satu bentuk kegiatan positif yang harus terus ditingkatkan, supaya tidak ada lagi balapan liar di jalan,” tuturnya.

Baca juga:  Momen PHBN, Desa Cikarang Raih Juara 2 dan 3 Cabang Bola Voli Putra

Namun demikian, H. Andreas mengingatkan panitia agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Mengingat karakter Sirkuit Cibayawak yang cukup ekstrem, seluruh standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keselamatan harus dipenuhi.
agar penyelenggaraan turnamen berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi peserta maupun penonton.

“Ada pesan juga buat panitia, karena dengan sirkuit yang ekstrem seperti ini, pastinya SOP-nya harus dipenuhi dan kemudian izin-izinnya harus dilengkapi sehingga kegiatannya menjadi resmi,” pungkasnya.

Setelah menyampaikan sambutan, H. Andreas secara resmi membuka kegiatan tersebut.

“Bismillahirrahmanirrahim, Sirkuit Cibayawak dan Open Tournament Grasstrack secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.

Pembukaan tersebut disambut antusias oleh para peserta, panitia dan masyarakat yang hadir. Open Tournament Grasstrack Cibayawak diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Desa Bojongsari dan sekitarnya.

Pos terkait