“Bukan Sekadar Organisasi Seremonial!” Sosok Doni Damara Muncul dengan Gagasan Besar untuk Masa Depan Ansor Bantargadung

LINGKARPENA.ID | Percakapan mengenai arah masa depan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bantargadung mulai menjadi perhatian kalangan kader muda Nahdliyin. Di tengah munculnya berbagai harapan akan perubahan dan pembenahan organisasi, nama Doni Damara mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu figur muda yang dinilai membawa semangat baru bagi GP Ansor Bantargadung.

 

Kemunculan Doni Damara bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika organisasi kepemudaan yang kerap terjebak pada kegiatan seremonial semata, ia hadir dengan gagasan yang dianggap cukup berbeda. Doni secara terbuka menggaungkan pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan, pembenahan kompetensi kader, hingga upaya serius menggali potensi generasi muda Nahdliyin agar mampu berkembang di tengah tantangan zaman.

 

Bagi Doni, Ansor tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul tanpa arah gerakan yang jelas. Organisasi, menurutnya, harus mampu menjadi ruang pembinaan yang benar-benar melahirkan kader berkualitas, memiliki daya saing, serta mampu hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Ansor hari ini harus mulai bergerak lebih progresif. Kita tidak bisa hanya bangga dengan nama besar organisasi, tetapi lupa menyiapkan kualitas kadernya. Kaderisasi harus menjadi ruh utama gerakan. Dari situlah lahir generasi yang siap menjaga nilai-nilai ke-NU-an sekaligus mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujar Doni Damara saat ditemui awak media, Sabtu (23/05/2026)

Baca juga:  Anggota DPR RI PKS drh Slamet Berduka atas Wafatnya Kepala BB TNGGP Ir. Arief Mahmud

 

Ia menilai bahwa Kecamatan Bantargadung memiliki banyak potensi kader muda yang selama ini belum tergali secara maksimal. Banyak pemuda Nahdliyin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi digital, hingga kewirausahaan, namun belum mendapatkan ruang pengembangan yang cukup di dalam organisasi.

 

Menurut Doni, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius ke depan. Ia menegaskan bahwa GP Ansor harus mampu membaca perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Organisasi kepemudaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan loyalitas, tetapi juga harus memperkuat kapasitas dan kompetensi kader agar lebih siap menghadapi tantangan global.

 

“Kita ingin Ansor menjadi rumah besar bagi anak-anak muda NU yang ingin berkembang. Organisasi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi kader. Ketika kader memiliki kemampuan, keterampilan, dan kompetensi yang baik, maka Ansor akan semakin kuat dan dihormati,” katanya.

 

Dalam gagasannya, Doni Damara membawa sejumlah konsep pembenahan organisasi yang dinilai cukup relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Ia ingin mendorong lahirnya pelatihan-pelatihan kader berbasis keterampilan, penguatan literasi digital, pelatihan kepemimpinan, hingga pemberdayaan ekonomi kader berbasis potensi lokal.

Baca juga:  Puslatpurmar 6 Antralina Beri Kejutan di Hari Bhayangkara ke-78, untuk Kapolres Sukabumi

 

Selain itu, ia juga ingin membangun pola kaderisasi yang lebih aktif dan berkesinambungan, bukan hanya dilakukan ketika ada agenda formal organisasi semata. Menurutnya, pembinaan kader harus menjadi gerakan kolektif yang terus berjalan dan mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan yang kuat di tubuh Ansor.

 

Tak hanya berbicara soal internal organisasi, Doni juga menekankan pentingnya membangun sinergitas dengan para ulama, tokoh masyarakat, pemerintah, serta berbagai elemen kepemudaan lainnya. Ia meyakini bahwa Ansor harus hadir sebagai organisasi yang mampu menjadi jembatan perubahan sosial di tengah masyarakat.

 

“Ansor memiliki sejarah panjang dalam menjaga bangsa dan nilai-nilai kebangsaan. Maka ke depan, Ansor Bantargadung harus mampu menjadi organisasi yang bukan hanya solid secara internal, tetapi juga aktif dalam menjawab persoalan sosial masyarakat,” tegasnya.

 

Munculnya nama Doni Damara dalam bursa calon Ketua PAC Ansor Bantargadung sendiri mulai mendapat respons dari berbagai kalangan kader. Sejumlah kader muda menilai sosok Doni cukup dekat dengan akar rumput dan memiliki semangat pembaruan organisasi yang kuat.

Baca juga:  Kepala SPPG Jasa Raka Bantargadung Doni Damara Sampaikan Ucapan Hari Kartini, Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan

 

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa gagasan mengenai penguatan kaderisasi dan kompetensi kader merupakan kebutuhan mendesak bagi GP Ansor saat ini. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, organisasi kepemudaan dituntut mampu menyesuaikan diri agar tidak kehilangan peran di tengah masyarakat.

 

Suasana menjelang pemilihan Ketua PAC Ansor Bantargadung pun diperkirakan akan berlangsung dinamis. Berbagai pandangan mengenai arah gerakan organisasi mulai bermunculan, namun satu hal yang menjadi perhatian bersama adalah harapan besar agar GP Ansor Bantargadung mampu melahirkan kepemimpinan yang membawa semangat perubahan, pembinaan kader yang nyata, serta gerakan organisasi yang lebih progresif dan bermanfaat.

 

Dengan mengusung semangat kaderisasi berkelanjutan dan penguatan kompetensi kader, Doni Damara kini menjadi salah satu nama yang mulai diperhitungkan dalam kontestasi internal GP Ansor Bantargadung. Sosoknya dinilai membawa harapan baru bagi sebagian kader muda yang menginginkan organisasi lebih hidup, aktif, dan mampu menjadi wadah pengembangan generasi muda Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Pos terkait