Hidup di Rumah Reyot, Lansia di Surade Bertahan dengan Sakit Pinggang Menahun

Bah Alul (69) lansia asal Surade, menjalani hari-harinya dalam keterbatasan dan kesendirian.[Foto:Jajang S]

LINGKARPENA.ID | Langit siang di Kampung Ciwaru RT 07/11, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tampak teduh. Namun di balik ketenangan kampung itu, seorang lelaki lanjut usia bernama Alul (69) menjalani hari-harinya dalam keterbatasan dan kesendirian, Rabu (20/5/2026).

 

Tubuh renta lelaki itu tak lagi mampu berjalan normal sejak dua tahun terakhir akibat penyakit pinggang yang dideritanya. Langkahnya kini tertatih, bahkan untuk sekadar berpindah tempat di dalam rumahnya yang lapuk dan nyaris roboh.

 

Rumah sederhana berdinding kusam dan beratapkan tua itu menjadi tempat Alul menghabiskan masa senjanya seorang diri. Sudah sekitar sepuluh tahun ia ditinggal sang istri untuk selamanya. Sejak itu, hidupnya semakin sunyi.

Baca juga:  Warga Sukabumi Diduga Terlantar, Ada di Panti Sosial Jakarta, Begini Kronologisnya

 

Padahal, anak keduanya, Siti Hodijah (32), tinggal tepat bersebelahan dengan rumah sang ayah. Namun Alul tetap memilih bertahan di rumah reyot tersebut meski berkali-kali diajak tinggal bersama anaknya.

 

“Bukan saya membiarkan orang tua tinggal di sini. Setiap saya ajak tinggal bersama selalu menolak,” ujar Siti lirih.

 

Sebagai anak, Siti tetap berusaha merawat ayahnya semampunya. Mulai dari menyiapkan makanan, mencuci pakaian hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari dilakukan sendiri olehnya. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Siti mengaku belum mampu membawa ayahnya berobat ke rumah sakit.

 

Selama ini, Alul hanya menjalani pengobatan seadanya dari tenaga medis setempat. Kondisi ekonomi menjadi alasan utama keluarga belum dapat memberikan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Baca juga:  Anggota DPRD Provinsi Jabar, H. A Sopyan BHM: Ayo Sambut Ramadhan 1444 Hijriyah dengan Khusyu

 

“Belum pernah berobat ke rumah sakit, hanya berobat ke mantri setempat. Kami tidak memiliki biaya,” singkat Siti.

 

Kondisi memprihatinkan yang dialami Alul pun baru diketahui pemerintah desa setelah adanya informasi dari awak media. Pihak Desa Buniwangi mengaku akan segera melakukan pendataan agar Alul bisa mendapatkan bantuan sosial maupun perhatian lebih lanjut.

 

Kasi Kesejahteraan Sosial Desa Buniwangi, Saeful Yakub, saat dikonfirmasi lingkarpena. id, mengatakan bahwa nama Alul belum masuk dalam data penerima bantuan pada tahun ini. Namun pihak desa berencana mengusulkan penyesuaian desil agar dapat masuk dalam program bantuan pada tahun mendatang.

 

“Kami baru mengetahui kondisi beliau setelah adanya informasi dari media. Untuk tahun ini memang belum terdaftar, tetapi tahun depan akan kami turunkan desilnya agar bisa diusulkan menerima bantuan. Kami juga sudah meminta para ketua RT agar segera melaporkan jika ada warga yang sakit atau membutuhkan perhatian khusus,” ujar Saeful Yakub kepada lingkarpena.id Rabu (20/5).

Baca juga:  Hari Jadi ke-153 Kabupaten Sukabumi, Hergun: Simbol Keberhasilan, Ketekunan dan Semangat Juang Warga Sukabumi

 

Di usia yang seharusnya menjadi masa beristirahat bersama keluarga dalam kondisi layak, Alul justru harus bertahan di rumah yang rapuh dengan tubuh yang terus digerogoti sakit. Di tengah sunyi dan keterbatasan, lelaki renta itu masih mencoba menjalani hidup seadanya, berharap ada perhatian yang datang untuk membantunya menjalani hari tua dengan lebih layak.

Pos terkait