LINGKARPENA.ID | Muntahan ikan paus atau juga disebut Ambergis, adalah salah satu benda bernilai jual tinggi. Harganya di pasaran bisa mencapai miliaran rupiah. Wujud ambergris seperti batu kapur dan memiliki tekstur seperti lilin. Warnya bervariasi, abu abu hingga hitam.
Teksturnya bisa keras atau lembut tergantung pada berapa lama telah terapung di laut. Ketika paus mengeluarkan substansi ini, ambergris mengapung di permukaan laut dan dapat terbawa arus hingga terdampar di pantai.
Banyak manfaat dari muntaha ikan paus, salah satu kegunaanya dalam industri farpum, yang berfungsi sebagai pengikat aroma sehingga farpum bertahan lama.
Ambergris atau muntahan ikan paus didapat dari sistem pencernaan paus sperma dan dikeluarkan melalui mulutnya. Proses terjadinya Ambergris dimulai di dalam usus paus.
Paus yang menelan benda keras dan tajam, seperti paruh cumi-cumi, yang sulit dicerna, sistem pencernaannya mengeluarkan zat seperti lilin untuk melapisi benda-benda ini agar tidak melukai dinding usus. Seiring waktu, zat ini mengeras dan membentuk gumpalan yang akhirnya dikeluarkan oleh paus melalui mulutnya, Ambergris ini lalu terapung dilaut
Selama waktu ini, ambergris mengalami perubahan kimiawi akibat paparan air laut, udara, dan sinar matahari, yang memberikan aroma khas dan meningkatkan kualitasnya.
Muntahan Ikan Paus Sebagai Bahan Pembuatan Parfum Aroma khas dari ambergris, yang terbentuk melalui proses oksidasi dan penggabungan berbagai elemen seperti matahari, pasir, udara, garam, laut, mineral laut, dan air, menjadikannya bahan yang langka dan sangat dicari untuk parfum mewah.
Karena bernilai jual tinggi tak heran muntahan paus banyak diburu orang diberbagai negara.
Khalid Al Sinani, nelayan asal Oman bisa mengubah hidupnya lantaran menemukan muntahan ikan paus yang diualnya seharga US$ 2,1 juta atau lebih dari 28 miliar. Peristiwa yang menyita perhatian dunia itu terjadi pada 30 Oktober 2016.
Suatu hari Khalid yang sedang menjalankan profesinya sebagai nelayan di Pantai Foodhi, Provinsi Saadah, Oman, dalam perjalan pulang ia mencium bau tak sedap. Setelah ditelusuri ia menemukan muntahan ikan paus. Setelah dikumpulkan, muntahan itu seberat 60 KG.
Selain Khalid, seorang nelayan di Thailand mendapatkan berkah dari muntahan paus yang nilainya ditaksir mencapai USD$1,2 juta (setara Rp17 miliar). Sang nelayan, Narong Phetcharaj diceritakan sedang kembali ke pantai ketika dia melihat benda aneh di pantai Niyom, provinsi Surat Thani, Thailand. Peristiwa itu tercatat pada 6 Okt 2021.
Dua pria asal India, S. Nijamudeen (53) dan Zhair Hussain, (52), ditangkap polisi setelah berusaha menjual muntahan paus yang diketahui memiliki berat 7,7 kg. jika dijual harganya mencapai 1 juta dolar AS atau setara Rp14,2 miliar.
Penangkapan tersebut dilakukan Sabtu (23/10/2021), dalam sebuah operasi penyamaran Tamil Nadu.
Di India, muntahan paus merupakan barang yang dilindungi dan siapa pun yang ingin mengambil keuntungan dari zat tersebut diketahui secara ilegal maka akan berujung di penjara.
Pada 2012 seorang warga Inggris menemukan ambergris dengan berat lebih dari setengah kilogram, di Inggris dihargai hingga 63.000 dollar AS atau Rp 970,2 juta (kurs Rp 15.401 per dollar AS).
Amerika Serikat (AS) juga melarang penggunaan ambergris karena hal itu ada kekhawatiran, semakin banyaknya perburuan terhadap paus sperma maka akan berdampak buruk bagi keberadaan populasi paus.**






