Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Rumah Ambruk di Sukabumi, BPBD Lakukan Penanganan Cepat

FOTO: Bencana longsor yang menerjang wilayah di Kabupaten Sukabumi.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam dua hari terakhir memicu serangkaian bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga rumah ambruk di sejumlah titik, Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

 

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, kejadian longsor terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Caringin Hilir RT 03/01, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin. Longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

 

Selain longsor, bencana rumah ambruk juga terjadi di hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB di Kampung Kongsi Wetan RT 03/04, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin. Peristiwa tersebut disebabkan cuaca ekstrem dan berdampak pada satu unit rumah milik warga. Sebanyak 2 kepala keluarga dengan total 15 jiwa terdampak dan sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Baca juga:  Ringsek, Dua Sepeda Motor Terlibat Adu Banteng di Kalibunder Sukabumi

 

Memasuki Minggu pagi (12/4/2026), bencana kembali terjadi di Kecamatan Sukabumi. Hujan deras menyebabkan longsor disertai tumbangnya pohon bambu di Kampung Karawang Girang RW 04, Desa Karawang. Material longsor dan pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan penghubung antar desa.

 

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor di lokasi kejadian.

Baca juga:  Ditinggal Pemilik, Warung Bakso Dilahap Api

 

“Petugas kami di lapangan bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen, koordinasi, serta penanganan awal. Saat ini, sebagian lokasi sudah ditangani melalui gotong royong bersama masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini data dampak kerugian masih dalam proses pendataan. BPBD juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana saat intensitas hujan masih tinggi.

Baca juga:  Protes MBG Menguat, Warga Cibeureum Soroti Dampak ke UMKM

 

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor maupun pergerakan tanah,” tambahnya.

 

Dalam penanganan di lapangan, sejumlah unsur terlibat di antaranya Satpol PP, Tagana, pemerintah desa setempat, Polsek, serta unsur TNI/Polri dan relawan kebencanaan. Upaya penanganan dilakukan melalui asesmen, evakuasi, hingga pembersihan material longsor secara gotong royong.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.

Pos terkait