“Kami meminta kepada Kapolda Jawa Barat segera menuntaskan kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi kepolisian. Kami juga meminta rasa keadilan,” ungkap Direktur Direktorat Khusus Poltikam GMBI Mulya Dt Rajo Intan dalam orasinya itu.
Menurut dia, otak dan dalang dari kejadian pembantaian itu tidak pernah tersentuh hukum hingga kami orasi.
Adapun yang sedang diproses saat ini bukan merupakan pelaku utama, sehingga tidak ada kejelasan dalam pengembangan kasusnya.
“Kalau memang benar penyidik ada kendala, terbuka kepada kami. Dan mana janjinya mau memberikan DPO, agar kita bisa bantu mencarinya,” tegas Mulya.
Diketahui, aksi massa ke Mapolda Jawa Barat merupakan buntut tidak tuntasnya penanganan kasus pembantaian massa yang menyebabkan 1 orang tewas dan 2 orang lainnya mengalami luka berat di wilayah hukum Polres Karawang.
Peristiwa itu terjadi secara terang-terangan oleh sekelompok massa bersenjata tajam di tengah keramaian. Dimana terdapat aparat kepolisian yang berdiam diri tanpa melakukan tindakan.
“Saat itu, polisi hanya memperhatikan Achmad Sudir dihujani senjata tajam tanpa bisa berbuat banyak,” ujarnya.
Dalam situasi massa yang bertindak brutal, polisi tidak mengeluarkan tembakan peringatan sehingga tanpa rasa takut, massa berulang kali menghujani Achmad Sudir dengan senjata tumpul dan senjata tajam.
Video pembantaian salah satu anggota ormas tersebut menjadi viral di media sosial. Warganet banyak yang mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang membiarkan ratusan massa melakukan pembantaian terhadap Achmad Sudir.
Begitupun aksi konvoi massa di jalanan dengan membawa senjata tajam tidak dibubarkan oleh aparat Polres Karawang saat itu.(***)
Reporter: Abdul Rohman
Redaktur: Akoy Khoerudin






